CIMB Securities incar penjaminan emisi Rp2 triliun

News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  11:23 WIB

JAKARTA: PT CIMB Securities Indonesia menargetkan kontrak penjaminan emisi obligasi dan penjaminan emisi penawaran umum perdana (IPO) pada tahun depan sekurangnya Rp2 triliun.

Direktur Utama CIMB Securities Bernard Thien mengatakan target masing-masing bagi penawaran obligasi dan saham itu sekurangnya adalah sebesar Rp1 triliun.

"Kami percaya kondisi pasar saham dan obligasi masih akan sebagus sekarang, asalkan kondisi pasar modal dan perekonomian global tidak terjadi kondisi besar yang negatif," ujarnya kepada pers hari ini. Namun, dia belum dapat mempublikasikan nama kontrak yang sudah diincar ataupun yang sudah didapatkan perseroan pada tahun depan karena masih didiskusikan.Bernard mengatakan penerbitan efek baru baru masih banyak terjadi pada tahun depan yang tercermin dari proyeksi pertumbuhan bisnis bank investasi (investment bank) perusahaan efek itu yang dapat meningkat sebesar 30% pada tahun depan. Menurut dia, bisnis di divisi lain perusahaan yaitu fasilitator perdagangan efek (pialang saham) dan pengatur akuisisi dan penggabungan usaha (merger & acquisition/M&A) juga berpotensi tumbuh dengan nilai yang sama. Dia mengatakan bisnis pialang (brokerrage) masih berpotensi tumbuh lebih besar lagi jika pasar modal mampu menarik investor baru dari jumlah nasabah saat ini yang hanya sebantak 400.000 nasabah aktif."Kalau jumlah nasabah pasar nmodal bisa mencapai 1.000.000 orang, tentunya bisnis pialang kami yang memiliki pangsa pasar terbesar tentu dapat tumbuh lebih besar lagi tahun depan."Dia mengatakan saat ini, perusahaan memegang pangsa pasar perdagangan terbesar yaitu sebesar 6,25%. Sepanjang semester I/2010, perseroan membukukan transaksi sebesar Rp46,89 triliun. Posisi itu disusul PT Kim Eng Securities sebesar Rp43,45 triliun dan PT Credit Suisse Securities Indonesia sebesar Rp37,9 triliun.Hal itu, tuturnya, didukung oleh prediksi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menguat dan masih diprediksi akan melanjutkan penguatan pada tahun depan.Research Associate CIMB Securities Mastono Ali memprediksi IHSG dapat menguat hingga level 4.249, yang masih tergantung pada kondisi dalam negeri dan luar negeri yang stabil. Menurutnya, dua sektor saham emiten yang menjanjikan pada tahun depan adalah barang konsumsi dan batu bara. Emiten sektor batu bara diprediksi masih dapat menguat karena diperkirakan rerata harga jual salah satu komoditas itu pada tahun depan akan mencapaio US$110 per ton hingga 2012 dan baru turun ke level US$100 per ton pada 2013.Dia juga menyoroti masalah inflasi yang akan dipicu penghapusan subsidi BBM bagi mobil probadi pada Maret tahun depan yang akan menjadi tambahan risiko bagi investasi di dalam negeri pada jangka pendek, tetapi akan positif bagi seluruh dunia investasi untuk jangka panjang. "Untuk jangka panjang, pengurangan subsidi BBM dari APBN akan memperbaiki risiko fiskal Indonesia," katanya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top