Sultan diminta tak biarkan pelecehan simbol negara

JAKARTA: Sri Sultan Hamengkubuwono X, selaku Gubernur DI Yogyakarta, disarankan tidak membiarkan presiden sebagai simbol negara direndahkan secara berlebihan dalam demonstrasi massa di daerah itu terkait dengan penolakan wacana pemilihan gubernur.Pengamat
News Editor | 14 Desember 2010 14:03 WIB

JAKARTA: Sri Sultan Hamengkubuwono X, selaku Gubernur DI Yogyakarta, disarankan tidak membiarkan presiden sebagai simbol negara direndahkan secara berlebihan dalam demonstrasi massa di daerah itu terkait dengan penolakan wacana pemilihan gubernur.Pengamat kebijakan publik Andrinof Chaniago menilai Sultan tidak bisa terus membiarkan sikap berlebihan dari para pendemo di Yogyakarta terhadap seorang presiden yang merupakan seorang kepala negara yang mestinya dijaga kehormatan jabatannya."Saya prihatin karena Sultan membiarkan itu, sikap berlebihan dari pendemo yang melecehkan kepala negara," katanya menjawab Bisnis hari ini.Menurut dia, Sultan tidak menunjukan sikap arif saat dia harus bersikap dalam melihat perilaku yang merendahkan harga kepala negara yang terjadi di daerahnya. Dalam hal ini, tuturnya, mestinya Sultan mencegah hal itu dengan menggunakan pengaruhnya.Dalam berbagai demonstrasi yang menggalang dukungan untuk opsi kebijakan penetapan gubernur dan wakil gubernur terlihat sebagian pendemo membawa poster dan spanduk yang melecehkan kepala negara, yang kemudian banyak disorot televisi saat melaporkan kejadian demonstrasi warga di Yogyakarta. (tw)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top