Ancora akuisisi 50,6% saham Raja Kutai

News Editor | 13 Desember 2010 10:03 WIB

JAKARTA: PT Ancora Indonesia Resources Tbk akan mengambil alih 50,6% saham perusahaan batu bara, PT Raja Kutai Baru Makmur seharga sekitar Rp100 miliarRp210 miliar.

Presiden Direktur Ancora Resources Dharma Djojonegoro mengatakan pembelian tambang batu bara itu ditujukan sebagai diversifikasi bisnis. Akuisisi sebagian besar akan didanai dari kas internal, dansisanya dari eksternal."Untuk kas internal, kami menginginkan bisa memenuhi 80% dan sisanya akan dipenuhi dari eksternal. Ini ditujukan agar gearing ratio kami tidak terlalu tinggi," ujarnya hari ini.Raja Kutai merupakan pemegang izin usaha pertambangan di kawasan seluas 8.500 hektare. Dari luasan itu, baru 550 hektare yang dieksplorasi dengan produksi sebesar30.000 ton hingga 50.000 ton per bulan.Menurut Dharma, Raja Kutai akan dibeli dari perusahaan yang terafiliasi dengan perseroan, PT Ancora Energy. Untuk meneruskan rencana tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB.Di luar itu, Ancora Resources juga berencana kembali mengakuisisi perusahaan tambang dan migas. Diperkirakan aksi korporasi ini bisa dilaksanakan dalam dua tahun ke depan."Untuk saat ini kami masih fokus kepada akuisisi Raja Kutai, dan kami masih menitikberatkan bisnis pada pertambangan daripada migas," lanjut Dharma.Untuk mendukung ekspansi bisnisnya, Ancora Resources akan mengalokasikan belanja modal antara US$20 jutaUS$30 juta. Sebagian besar belanja modal akan terserap di anak usaha, PT Multi Nitrotama Kimia sebesar US$20 juta."Dana untuk belanja modal sebagian besar kami penuhi dari pinjaman perbankan, yaitu Bank Permata beberapa waktu lalu. Untuk keperluan Raja Kutai, kami mengalokasikan US$5 juta hingga US$10 juta," kata Dharma.Terkait dengan bisnis anak usaha perseroan, Multi Nitrotama, perusahaan pembuat bahan peledak untuk pertambangan ini menargekan bisa memproduksi ammonium nitrat 85.00090.000 ton pada tahun depan.Jumlah produksi tersebut ditargetkan bisa naik menjadi 140.000 ton pada 2012 seiring dengan selesainya pabrik baru yang saat ini sedang dibangun.Perseroan menargetkan mencatat pendapatan Rp1,36 triliun dan Ebitda sebesar Rp167 miliar pada akhir tahun ini. Sementara itu pada tahun depan, pendapatan dipatok sebesar Rp1,55 triliunRp1,7 triliun dan Ebitda sebesar Rp250 miliarRp300 miliar. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top