Target produksi Bukit Asam 2011 naik 15%

JAKARTA: PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan volume produksi naik sekitar 14%-15% pada 2011 dari perkiraan hingga akhir tahun ini sebesar 14%-15%.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  08:36 WIB

JAKARTA: PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan volume produksi naik sekitar 14%-15% pada 2011 dari perkiraan hingga akhir tahun ini sebesar 14%-15%.

Direktur Utama Utama Sukrisno mengatakan hingga akhir tahun ini volume produksi diperkirakan naik sekitar 10% menjadi 14 juta ton dari akhir tahun lalu sebesar 12,5 juta ton. Dan untuk tahun depan diharapkan ada peningkatan sekitar 14% - 15%.Adapun untuk perolehan pendapatan dan laba 2011, Sukrisno mengatakan pihaknya belum bisa memprediksi hal tersebut karena sangat tergantung kepada harga rata-rata batu bara. Namun dia menyatakan optimistis kinerja operasional perseroan pasti meningkat tahun depan."[Laba dan pendapatan] tahun depan belum tahu, karena itu tergantung harga rata-rata. Sekarang kan harga rata-rata sekitar Rp615.000 [per ton]. Harga itu kan fluktuatif. Pasti naik, tapi tidak tahu berapa. Hanya untuk operasional kami pasti meningkat," ujarnya kepada Bisnis, tadi malam.Berdasarkan data keuangan perseroan, pada kuartal III/2010 perolehan laba bersih perseroan turun 38% menjadi Rp1,39 triliun selama sembilan bulan pertama tahun ini dari Rp2,23 triliun selama sembilan bulan pertama tahun lalu.Penurunan laba bersih ini seiring dengan penurunan pendapatan sebesar 10% menjadi Rp5,9 triliun pada September 2010 dari Rp6,55 triliun pada September 2009. Dan peningkatan beban pokok penjualan sebesar 20% menjadi Rp3,26 triliun dari Rp2,72 triliun.Namun Sukrisno yakin hingga akhir tahun perseroan bisa meningkatkan perolehan laba hingga di atas Rp2 triliun. "Peningkatan laba itu karena hasil pendapatan operasional kami yang juga akan meningkat. Kuartal III/2010 memang masih sekitar Rp1,4 triliun, tapi kami optimistis akhir tahun bisa di atas Rp2 triliun," tambahnya.Sementara, untuk belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan mengalokasikan dana sekitar Rp1,8 triliun yang berasal dari kas internal. Hingga September 2010 jumlah kas perseroan mencapai Rp4,84 triliun atau naik 84% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,63 triliun."Capex sekitar Rp1,8 triliun. itu dananya dari internal. Kami belum ada rencana pinjam ke bank atau dana dari luar lainnya, karena cadangan kas kami masih ada Rp4,8 triliun," tuturnya.Sukrisno mengatakan dana capex tersebut akan digunakan untuk pengembangan dan ekspansi bisnis perseroan, salah satunya untuk pengembangan dermaga. "Banyaklah penggunannya. Untuk ekspansi, pengembangan dermaga, kegiatan rutin, ada semuanya. Namun pengembangan itu kan bertahap. Untuk tahun depan kami anggarkan Rp1,8 triliun untuk pengembangan bisnis," tutupnya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top