Tenaga ahli konstruksi masih minim

JAKARTA: Hingga Oktober 2010 atau menjelang kebangkitan infrastruktur Tanah Air, kondisi tenaga ahli bidang konstruksi di Indonesia masih sangat memprihatinkan atau baru mencapai 96.077 orang.
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  04:05 WIB

JAKARTA: Hingga Oktober 2010 atau menjelang kebangkitan infrastruktur Tanah Air, kondisi tenaga ahli bidang konstruksi di Indonesia masih sangat memprihatinkan atau baru mencapai 96.077 orang.

Hal tersebut tidak sebanding dengan anggaran kementerian pekerjaan umum yang setiap tahunnya selalu naik bahkan menjadi kementerian dengan pagu tertinggi tahun depan yakni mencapai Rp56,5 triliun.Namun, berdasarkan data dari Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan jumlah tenaga ahli bersertifikat dengan kategori utama atau yang sepenuhnya memiliki keahlian tingkat tinggi masih sangat minim yakni hanya mencapai 2.780 orang, atau hanya 3% dari total tenaga ahli bersertifikat tersebut. Sementara jumlah tenaga ahli bersertifikat terbanyak yakni tenaga ahli muda yang mencapai 65.947 orang, atau sekitar 69% dari total tenaga ahli bersertifikat yang ada.Sedangkan sisanya yakni tenaga ahli bersertifikat kategori madya sebanyak 23.489 atau 24%nya, dan tenaga ahli bersertifikasi muda 3.861 orang atau 4%nya.Kepala BP Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Guritno mengakui kurangnya jumlah tenaga ahli bersertifikat di Indonesia. Karenanya, pemerintah akan meningkatkan angka tersebut melalui beragam pelatihan dalam negeri pada pelaku konstruksi di Indonesia.Dia juga meminta agar pihak swasta ikut bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan jumlah tenaga ahli bersertifikat bidang konstruksi yang ada di Indonesia. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top