SBY: Demokrasi hadapi tantangan stabilitas

NUSA DUA, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tantangan terbesar bagi demokrasi di dunia adalah bagaimana mencapai stabilitas yang diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi dan didambakan masyarakat.
News Editor | 09 Desember 2010 03:43 WIB

NUSA DUA, Bali: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tantangan terbesar bagi demokrasi di dunia adalah bagaimana mencapai stabilitas yang diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi dan didambakan masyarakat.

Apalagi, lanjutnya, dunia masih menghadapi situasi ekonomi dan politik internasional yang labil dan masih terus berlangsung. Pernyataan itu disampaikan Presiden Yudhoyono dalam pidato pembukaan acara Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/BDF) ke-3 di Nusa Dua, Bali, hari ini.

BDF dihadiri oleh tiga pemimpin di kawasan Asia, yaitu Presiden Korsel Lee Myung Bak, Sultan Hasanah Bolkiah dari Brunei Darussalam, dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao.Lebih jauh, kata Kepala Negara, semua negara perlu terus menjaga solidaritas untuk menyikapi persoalan itu dengan arif dan bijaksana."Demokrasi merupakan sebuah proses untuk meningkatkan kesejahteraan, keadilan, serta kesamaan hak dan kebebasan setiap umat manusia. Demokrasi harus dapat menciptakan rasa aman, tenteram dan damai bagi masyarakatnya," kata Presiden.Menurut dia, demokrasi jika dijalankan dengan benar dan sungguh-sungguh akan dapat menciptakan perdamaian dan stabilitas yang hakiki.Terkait dengan hal ini, ujarnya, Indonesia sudah mengalami lompatan yang jauh dalam pengembangan demokrasi sejak 1998.Yudhoyono menjelaskan setidaknya Indonesia sudah berhasil melakukan perubahan sistem kekuasaan yang bersifat sentralistik menjadi desentralisasi, yang juga melebar pada kebijakan ekonomi dan pembangunan.Di sisi lain, tambahnya, demokratisasi di Indonesia mendapatkan tantangan berupa munculnya ancaman terorisme yang kini menjadi tugas prioritas pihak keamanan untuk menanganinya.Presiden Yudhoyono berharap Forum Demokrasi Bali bisa memiliki peran penting bagi pengembangan demokrasi di kawasan regional, khususnya Asia.Menurut dia, Bali akan kembali menjadi saksi sejarah bagi tekad dan komitmen kawasan Asia untuk memajukan nilai-nilai demokrasi di kawasan Asia.Salah satunya, kata Kepala Negara, adalah melalui saling berbagi pengalaman dalam berdemokrasi."Bali akan menjadi ikon dan pusat nilai-nilai demokrasi di Asia, melengkapi citra Bali yang dikenal dari keindahannya, dan dari kearifan lokal masyarakatnya," ujar Presiden.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top