RUPS Fren tidak kuorum

Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan pembatalan tersebut terpaksa dilakukan karena syarat kuorum tidak terpenuhi. Mayoritas pemegang saham tidak hadir dalam rapat tersebut.Kami telah menunggu hingga pukul 14.30, namun tetap tidak kuorum.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  10:04 WIB

Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan pembatalan tersebut terpaksa dilakukan karena syarat kuorum tidak terpenuhi. Mayoritas pemegang saham tidak hadir dalam rapat tersebut.Kami telah menunggu hingga pukul 14.30, namun tetap tidak kuorum. Investor yang hadir hanya mewakili 8,9% dari total pemegang saham Mobile-8, tuturnya kepada pers, sore ini. Padahal, lanjutnya, anggaran dasar (AD) perseroan mengharuskan rapat umum tersebut dihadiri lebih dari 50% pemegang saham sebagai prasyarat berlangsungnya RUPSLB menetapkan rencana-rencana yang diagendakan.Chris mengatakan pihaknya akan melakukan RUPSLB selanjutnya, namun belum bisa memastikan waktu pelaksanaan. Sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), paling cepat 10 hari untuk menyelenggarakan RUPSLB. Kami sih ingin RUPSLB bisa diselenggarakan secepatnya pada tahun ini juga. Tanpa RUPSLB, kelanjutan akuisisi Smart belum bisa dipastikan, ujarnya.Menurut rencana semula, RUPSLB tersebut mengagendakan persetujuan rights issue dan akuisisi PT Smart Telecom. Perseroan akan melepas 74,07 miliar saham baru yang akan diserap unit usaha Grup Sinarmas.Transaksi tersebut ditaksir menyedot dana senilai Rp3 triliun, yang selanjutnya dipakai untuk mengakuisisi lebih dari 50% saham Smart Telecom. Pola transaksi demikian di kalangan pelaku pasar biasa dikenal dengan istilah backdoor listing. (mmh)

JAKARTA: Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Mobile-8 Teelcom Tbk (FREN) yang membahas persetujuan sinergi dengan PT Smart Telecom diputuskan batal hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rini Yustiningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top