IPO Martina Berto akan lepas 33,17% saham

JAKARTA: PT Martina Berto Tbk, pabrikan kosmetika dan obat tradisional, melepas 33,17% saham ke pasar atau sebanyak 355 juta lembar saham, melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan target raihan dana Rp270 miliar.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  08:25 WIB

JAKARTA: PT Martina Berto Tbk, pabrikan kosmetika dan obat tradisional, melepas 33,17% saham ke pasar atau sebanyak 355 juta lembar saham, melalui mekanisme penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan target raihan dana Rp270 miliar.

Dengan melihat target dana yang disampaikan pada prospektus ringkas hari ini, anak usaha Martha Tilaar Group ini kemungkinan akan menawarkan saham di level harga Rp760 per lembarnya.Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan hari ini disebutkan bahwa 50% dari total dana hasil IPO atau sebanyak Rp135 miliar akan digunakan untuk membangun pabrik baru di Cikarang, Jawa Barat, pembelian mesin, dan peralatan produksi serta utilitas.Sekitar 20% atau Rp54 miliar dialokasikan untuk membayar utang perseroan kepada PT Bank CIMB Niaga.Sisanya, sebesar 30% atau Rp81 miliar akan digunakan untuk modal kerja, seperti renovasi gudang, pengembangan infrastruktur teknologi informasi, dan pengembangan serta penelitian produk.Perseroan memperoleh penjualan sebesar Rp257,87 miliar pada periode Januari - Juni 2010, di mana penjualan domestik menyumbang 98,2% atau Rp253,34 miliar dan penjualan ekspor mengontribusi 1,8% atau Rp4,53 miliar.Adapun penjualan bersih pada 2009 mencapai Rp516,32 miliar atau naik 20,1% dibandingkan dengan Rp429,88 miliar pada 2008.Laba bersih pada periode Januari - Juni 2010 mencapai Rp11,82 miliar dengan marjin laba bersih terhadap penjualan sebesar 4,6%.Laba bersih pada 2009 melonjak 724,8% menjadi Rp22,23 miliar dibandingkan dengan Rp2,70 miliar pada 2008.Perseroan kini memiliki tiga pabrik yang terletak di Pulo Kambing, Bekasi, dan Gunung Putri.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top