Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

1.013 Penduduk Kota Bima Ngungsi Akibat Banjir

Sebanyak 1.013 jiwa penduduk kota Bima kembali berada di lokasi pengungsian yang ada di lima titik setelah banjir yang terjadi ketiga kali pada Jumat (13/1) pukul 17.00 Wita.
Ilustrasi ketika banjir mulai surut, tim Basarnas melakukan evakuasi korban di Bima, NTB, Rabu (21/12/2016)./Basarnas NTB
Ilustrasi ketika banjir mulai surut, tim Basarnas melakukan evakuasi korban di Bima, NTB, Rabu (21/12/2016)./Basarnas NTB

Bisnis.com, MATARAM -  Sebanyak 1.013 jiwa penduduk kota Bima kembali berada di lokasi pengungsian yang ada di lima titik setelah banjir yang terjadi ketiga kali pada Jumat (13/1) pukul 17.00 Wita.

"Pengungsi tersebar pada lima titik sejumlah 1.013 jiwa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Sabtu (14/1/2017).

Ia menjelaskan terdapat enam kelurahan yang terkena dampak banjir yang kembali terjadi di kota Bima yakni Kelurahan Paruga, Kelurahan Dara, Kelurahan Tanjung, Kelurahan Rontu, Kelurahan Rabadompu Timur dan Kelurahan Penaraga.

"Tidak ada kerusakan infrastruktur dan korban jiwa," ujarnya.

Menurut dia, ke-1.013 pengungsi kini ditampung di sejumlah masjid seperti Masjid Sultan Salahuddin Kelurahan Paruga sebanyak 816 jiwa, Gunung Dana Taraha Kelurahan Dara sebanyak 20 jiwa.

Kemudian Masjid Arrahman Kelurahan Dara sebanyak 50 jiwa, Masjid Baburahmah Kelurahan Dara sebanyak 10 jiwa dan Masjid Baitul Makdis Kelurahan Tanjung sebanyak 97 jiwa.

Sementara itu, aparat pemerintah kota Bima sudah melakukan pengecekan misalnya camat dan lurah yang mendata warga yang mengungsi.

Tidak hanya itu, melalui sejumlah SKPD seperti Dinas Sosial membuka dapur umum dan menyalurkan nasi bungkus untuk para pengungsi serta Dinas PU mengoperasikan mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih.

"Dinas terkait seperti PU, Kebersihan, Perhubungan, Kesehatan, Pertanian, Dikpora juga meninjau infrastruktur persektor masing-masing (Jumat malam) dan mulai melaksanakan kegiatan pembersihan (Sabtu pagi) ini," katanya.

Kepala BPBD NTB H Mohammad Rum Banjir mengatakan banjir susulan yang terjadi pada Jumat (13/1) pada pukul 17.00 Wita disebabkan hujan deras di hulu, sehingga air Sungai Padolo meluap.

"Karena meluap, sejumlah wilayah dan perkampungan warga sepanjang aliran sungai kembali terendam dengan ketinggian air mencapai lebih dari 50 centimeter," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Sumber : ANTARA

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper