Senin, 22 Desember 2014

KOMODITAS UDANG: Lahan 33 Ha Milik Paku Alaman Untuk Budi Daya

Bambang Supriyanto Selasa, 28/05/2013 23:44 WIB

BISNIS.COM, KULON PROGO --  Tanah lahan pasir seluas 33 hektare dari 50 hektare milik Paku Alaman, atau Paku Alaman Ground di Pasir Mendit, Kecamatan Temon, Kulon Progo, Yogyakarta dimanfaatkan untuk budi daya udang.

"Budi daya udang ditangani warga Purworejo, Jawa Tengah," kata pengelola tambak udang di Pasir Mendit, Tukiran di Kulon Progo, Selasa (28/5).

Dia menjelaskan pada pekan ini akan bertemu dengan keluarga Paku Alaman sebagai pemilik tanah itu, untuk meminta kejelasan terkait penggunaan tanah pasir tersebut.

Saat ini, menurut Tukiran, warga Pasir Mendit hanya memanfaatkan 17 hektare dari 50 hektare lahan pasir milik Paku Alaman. Sedangkan lainnya dikerjakan warga Purworejo.

"Beberapa waktu lalu, keluarga Paru Alaman telah meninjau tanah milik mereka. Rencananya, akan ditindaklanjuti pertemuan dengan warga yang memanfaatkan lahan itu untuk budi daya udang jenis vaname," katanya.

Saat ini, kata dia, sebanyak 90 kepala keluarga (KK) memanfaatkan lahan pasir setempat untuk budi daya udang.

Setiap petambak memiliki lahan budi daya tiga hingga empat kapling, dengan luas 1.500 hingga 2.500 meter persegi.

Setiap lahan budi daya, menurut dia, dengan luas 1.500 meter persegi mampu memproduksi 1,5 ton udang dalam waktu 70 hari, atau sekitar 2,2 ton udang dalam waktu 3 bulan.

Harga udang vaname bervariasi, yakni udang seberat satu kilogram yang terdiri atas 100 ekor, antara Rp36.000 hingga Rp40.000.

Sementara udang satu kilogram yang terdiri atas 60 ekor harganya Rp60.000.

"Harga udang vaname dari dulu standar, tidak ada perubahan. Harga udang tidak dipermainkan tengkulak, sebab udang yang kami produksi banyak dicari di pasaran," katanya.

Keuntungan yang diperoleh setiap petambak, kata dia, sangat menjanjikan. Misalnya satu ton udang vaname dikalikan Rp40.000, maka akan diperoleh Rp40 juta.

Biaya produksi, seperti membeli pakan, solar, dan biaya operasional sehari-hari selama 70 hari sebesar Rp20 juta.

Seorang petambak udang, Aries Sanjaya mengatakan budi daya udang di tambak di kawasan Pasir Mendit sejak 2003 terus mengalami kemajuan sangat pesat.

Menurutnya, harga udang sangat stabil, saat ini Rp40.000 hingga Rp80.000 per kg. Sebab, udang yang dihasilkan mereka banyak diminati di pasaran, dan kualitas ekspor.

"Masih banyak lahan di Pasir Mendit yang belum dimanfaatkan optimal. Kami sangat berharap dapat memperoleh pinjaman modal dari bank secara mudah, sehingga dapat mengembangkan usaha kami," katanya. (Antara)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...