Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemilu Indonesia dan Taiwan jadi Sorotan Dunia, Ada Apa?

Indonesia termasuk dari tiga negara di Asia yang akan menyelenggarakan pemilu presiden sekaligus legislatif, bersama Taiwan dan Sri Lanka pada 2024.
Kotak suara Pemilihan Umum 2019/Bisnis.com-Andhika
Kotak suara Pemilihan Umum 2019/Bisnis.com-Andhika

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak sembilan negara di kawasan Asia akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) 2024. Beberapa negara pun jadi sorotan dunia, termasuk Indonesia.

Pasalnya, Indonesia termasuk dari tiga negara di Asia yang akan menyelenggarakan pemilu presiden sekaligus legislatif, bersama Taiwan dan Sri Lanka. Lainnya, yaitu India, Korea Selatan, Pakistan, Mongolia, Bangladesh, dan Maladewa, hanya akan menentukan penguasa parlemen pada tahun depan.

Berdasarkan laporan Asia Election Monitor 2024 besutan The Economist Intelligence Unit (EIU), Taiwan menjadi sorotan utama karena merupakan jiran dari China, tetapi memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat (AS). 

Calon presiden terkuat sekaligus wakil presiden saat ini, Lai Ching-Te dari Partai Demokratik Progresif (DPP) yang lebih condong ke arah AS.

Research Associate Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Asmiati Malik menjelaskan preferensi kebijakan presiden anyar Taiwan terbilang berpengaruh terhadap perubahan konstelasi politik di kawasan Asia-Pasifik. 

Potensi konflik di sekitar kawasan perairan Taiwan pun kembali mengemuka seiring masih berlangsungnya hubungan panas AS-China.

"Potensi China menginvasi Taiwan tetap ada. Dampaknya terhadap Indonesia cukup signifikan, walaupun secara data yang akan lebih signifikan terdampak adalah Filipina, Vietnam, dan negara-negara di Asia-Pasifik terdekat," jelasnya dalam diskusi virtual Ekonom Perempuan INDEF, dikutip Sabtu (30/12/2023).

Bergeser ke Indonesia, rencana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memulai dinasti politik menjadi lampu sorot utama dalam laporan EIU.

Namun, Tanah Air juga jadi sorotan karena proyek-proyek strategis yang akan dilanjutkan calon terafiliasi Jokowi seperti IKN, kereta cepat, dan penghiliran, di mana notabene banyak beririsan dengan China.

Adapun, India lebih disorot karena potensi dominasi Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipercaya akan berdampak terhadap perbaikan iklim bisnis dan tumbuh suburnya arus permodalan asing.

Terlebih, BJP di tengah kepemimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi dianggap telah mendorong beberapa insiatif yang mampu mendongkrak industri manufaktur, mencoba masuk industri high-tech seperti semikonduktor, penguatan infrastruktur pertahanan, serta mampu menjaga kedekatan dengan AS dan aliansinya.

Berbeda dengan India yang cenderung stabil, negara-negara di sekitarnya lebih banyak mendapatkan cap berisiko, terutama Bangladesh dan Pakistan. Keduanya menjadi sorotan karena banyak membuka kerja sama dengan China.

Sebagai contoh, Bangladesh menyerap miliaran dolar investasi China dalam enam megaproyek infrastrukturnya selama tiga tahun belakangan, bahkan terkait alutsista dan sistem pertahanan. 

Sri Lanka dan Maladewa pun sama-sama berpotensi besar mengalami pergantian rezim. Sri Lanka mencoba keluar dari krisis lewat narasi pergantian pemimpin, sementara Maladewa saat ini dikuasai oleh oposisi dari penguasa sebelumnya. 

Terakhir, Korea Selatan masih dianggap stabil, tetapi akan sedikit memiliki gejolak kebijakan dalam negeri karena rakyat tengah tren mendambakan adanya partai ketiga yang bisa menjadi suara baru yang bisa mengganggu dua partai besar utama di parlemen, Partai Minjoo dan Partai Kekuatan Rakyat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper