Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wabah Pneumonia Misterius di China, Tidak Ditemukan Patogen Baru Pasca-WHO Minta Data

China menegaskan tidak temukan patogen baru saat dimintai data oleh WHO tentang peningkatan penyakit pernapasan.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) untuk Pneumonia karena Novel Coronavirus 2019-nCoV di Jenewa, Swiss, 22 Januari, 2020./Reuters
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) untuk Pneumonia karena Novel Coronavirus 2019-nCoV di Jenewa, Swiss, 22 Januari, 2020./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa otoritas kesehatan China belum mendeteksi  patogen yang tidak biasa atau baru saat memberikan data perihal peningkatan penyakit pernapasan dan laporan kelompok pneumonia pada anak-anak. 

WHO telah meminta informasi lebih lanjut kepada China setelah kelompok-kelompok termasuk Program Pemantauan Penyakit Berkembang (ProMED) melaporkan kelompok pneumonia yang tidak terdiagnosis pada anak-anak di China Utara.

Melansir Reuters, WHO juga telah mencari informasi epidemiologi dan klinis serta hasil laboratorium melalui mekanisme Peraturan Kesehatan Internasional.

Data menunjukkan peningkatan ini terkait dengan pencabutan pembatasan Covid-19 serta peredaran patogen yang diketahui seperti Mycoplasma pneumoniae, yaitu infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang anak-anak dan telah beredar sejak bulan Mei lalu. 

Influenza, virus pernapasan syncytial (RSV) dan adenovirus telah beredar sejak Oktober lalu. Badan tersebut tidak menyarankan perjalanan dan perdagangan karena telah memantau situasi dengan pihak berwenang.

Otoritas China dari Komisi Kesehatan Nasional mengadakan konferensi pers untuk melaporkan peningkatan kejadian penyakit pernapasan, dan menyatakan tidak ada patogen tidak biasa yang terdeteksi di Ibu Kota Beijing dan Provinsi Timur Laut Liaoning.

China maupun WHO menghadapi pertanyaan tentang transparansi pelaporan kasus-kasus awal Covid-19 yang muncul di Kota Wuhan di China tengah pada akhir 2019.

Badan kesehatan PBB juga telah meminta informasi lebih lanjut kepada China mengenai tren sirkulasi patogen yang diketahui dan beban pada sistem layanan kesehatan. 

WHO mengatakan pihaknya telah melakukan kontak dengan para dokter dan ilmuwan melalui kemitraan teknis dan jaringan yang ada di China. Pihaknya mengatakan bahwa secara rutin telah meminta informasi mengenai peningkatan penyakit pernafasan dan laporan kelompok pneumonia pada anak-anak dari negara-negara anggota, seperti China.

Badan global tersebut memutuskan untuk mengeluarkan pernyataan mengenai China untuk membagikan informasi yang tersedia, karena mereka menerima sejumlah pertanyaan tentang hal tersebut dari media. 

Pneumonia yang tidak terdiagnosis tidak disebutkan pada konferensi pers, namun salah satu pembicara mengatakan semua orang merasa ada peningkatan penyakit pernapasan pada tahun ini dibandingkan dengan 3 tahun lalu.

Sementara itu, pemantauan global terhadap Mycoplasma pneumoniae berada pada titik terendah selama 3 tahun terakhir dan wabah ini bersifat siklus, terjadi setiap 3 hingga 7 tahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper