Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kronologi Semburan Api di Rest Area KM 86B Tol Cipali

Berikut kronologi serta penyebab semburan api di Rest Area KM 86B Tol Cipali yang tak kunjung padam sejak Rabu (26/4/2023).
Api di rest area Cipali
Api di rest area Cipali

Bisnis.com, JAKARTA - Semburan api di rest area Km 86 terus menuai sorotan publik, di mana kobaran api belum berhasil dipadamkan dan terus menyala terang sejak Rabu 26 April pagi hari hingga Minggu (30/4/2023). 

Pada video yang beredar di laman sosial media, terlihat kobaran api menyalak ke udara di salah satu sudut rest area Tol Cipali. 

Pemadam Kebakaran (Damkar) pun dengan segera dikerahkan untuk menjinakkan api. Ketinggian api mencapai 12 meter dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 

Melansir dari akun Twitter @ASTRATolCipali, pihaknya juga menutup area rest area tersebut demi keamanan semua pengguna jalan pada Rabu, 26 April pukul 14.30 WIB.

Pihak tol juga berupa dalam memasang pagar sejak Jumat (28/4) pukul 17.34 WIB. Pemasangan ini dilakukan dengan jarak 4 sampai 5 meter dari lokasi terdekat dengan sumber api agar tidak menyambar ke area lainnya. 

Semburan yang tak kunjung padam itu memang sampai melibatkan tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). 

Mereka turun ke lapangan untuk mengambil gas pada tiga titik. Hal ini bertujuan mencari tahu kandungan gas pada api.

Tim gabungan itu lantas meneliti dan mengkaji bahaya gas pada semburan api serta mengambil langkah penanganan jangka panjang, selain itu agar aktivitas di rest area kembali normal seperti sedia kala.

Penyebab Semburan Api di Rest Area Tol Cipali

Melansir dari Bisnis, semburan gas pada lokasi Rest Area KM 86B yang kemungkinan besar berasal dari gas biogenik formasi Cisubuh berumur pliocene-pleistocene. 

Lokasi sumur semburan gas berada di koordinat -6.47245018449493, 107.58624772214222, dan terletak di Peta Geologi Lembar Pamanukan, Jawa Barat, yang secara geologi terdiri dari satuan batuan alluvium asal volkanik batupasir tuffaan dan konglomerat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian menyatakan bahwa semburan gas tersebut berasal dari sumur bor artesis yang digunakan sebagai sumur air tanah, dengan kedalaman antara 40-100 meter. 

Selain itu, dalam radius sekitar 2 kilometer (km) ke selatan terdapat sumur eksplorasi gas yang aktif.

Menurut Penyelidik Bumi Badan Geologi Iwan Sukma Gumilar, karakteristik puncak antiklin di lokasi tersebut merupakan zona lemah yang umumnya mengalami peretakan dan perekahan. 

Puncak antiklin sendiri adalah suatu struktur geologi yang umumnya berupa lipatan yang terbentuk akibat pergerakan tektonik di dalam bumi. 

Sehingga, hal ini memungkinkan gas biogenic maupun termogenik dari formasi Cisubuh dan formasi di bawahnya untuk menyusup keluar.

Kemungkinan semburan gas di lokasi Rest Area KM 86B terjadi karena terganggunya kestabilan batuan penutupnya yang terdiri dari endapan kuarter dan vulkanik. 

Jika kestabilan batuan penutupnya terganggu oleh faktor alami atau aktivitas manusia, tekanan gas yang terperangkap di dalam formasi Cisubuh dan formasi di bawahnya dapat menyebabkan semburan gas yang tinggi. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper