Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Profil Shou Zi Chew, CEO TikTok yang Pernah Hidup di Kalimantan

Berikut profil dan perjalanan karier Shou Zi Chew, CEO TikTok yang disidang oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).
CEO TikTok Shou Zi Chew/Bloomberg
CEO TikTok Shou Zi Chew/Bloomberg

Bisnis.com, SOLO - CEO TikTok Shou Chew menjadi bahan perbincangan masyarakat dunia setelah disidang oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).

Perusahaan yang dipimpinnya itu dituding sebagai ancaman keamanan nasional. Settingan TikTok pun dinilai berpotensi melanggar keamanan.

Menjadi orang raksasa di dunia teknologi, bagaimana perjalanan karier Chew. Berikut informasinya.

Profil Shou Zi Chew

Chew sendiri bukanlah orang China, melainkan dari Singapura. Pria berusia 40 tahun itu merupakan anak dari seorang yang bekerja di konstruksi dan ibu dari bidang pembukuan.

Dirinya mengawali kariernya di DST Global dan akhirnya bergabung dengan Xiaomi pada 2015. Ia kemudian menjabat sebagai Chief Financial Office (CFO) pada 2019.

Pada 2021 ia memilih mengundurkan diri dan bergabung dengan ByteDance sebagai Direktur Keuangan. Hingga akhirnya ia berpindah menggantikan posisi Kevin A. Mayer menjadi CEO TikTok.

Diketahui, TikTok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di dunia tahun lalu, dengan 672 juta unduhan, menurut analisis Statista terhadap data iOS dan Google Play.

Sebelum sukses dengan TikTok, ia berkuliah dan lulus dari University College London pada 2006 dengan gelar sarjana ekonomi.

Dia lalu mendapat gelar MBA dari Universitas Harvard. Selama di sana, dia magang di Facebook, katanya kepada situs web alumni Harvard Business School pada 2020.

Chew juga pernah hidup di Kalimantan untuk melakukan wajib miiter yang diadakan oleh pemerintah Singapura.

Selama itu, ia hidup di hutan Kalimantan selama lima hari.

Disidang pemerintah AS

Pada minggu lalu, Shou Zi Chew duduk di depan Kongres untuk membela TikTok dari klaim mata-mata saat Kongres dan Presiden Biden mempertimbangkan potensi larangan AS.

“Kami berkomitmen untuk menjadi sangat transparan dengan pengguna kami tentang apa yang kami kumpulkan. Saya tidak percaya apa yang kami kumpulkan lebih dari kebanyakan pemain di industri ini,” kata Chew kepada Komite Energi dan Perdagangan DPR.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper