Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AS Kirim Lebih dari 60 Kendaraan Tempur Bradley ke Ukraina

AS mengirim kendaraan tempur Bradley lebih dari 60 ke Ukraina sebagai bantuan tahap pertama.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 31 Januari 2023  |  14:14 WIB
AS Kirim Lebih dari 60 Kendaraan Tempur Bradley ke Ukraina
Ilustrasi tank Abrams buatan Amerika dengan tank Leopard produksi Jerman. Predator darat itu banyak digunakan untuk sejumlah perang sejak 43 tahun silam. - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Komando Transportasi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) mengumumkan pengiriman gelombang pertama bantuan militer ke Ukraina. 

Pihak berwenang AS telah mengirimkan sebanyak lebih dari 60 kendaraan tempur infanteri Bradley ke Ukraina. 

“Komando Transportasi AS mengirimkan kendaraan tempur Bradley ke Ukraina," katanya. 

Kendaraan tempur itu telah meninggalkan Pantai Charleston Utara, California Selatan pada pekan lalu. 

"Lebih dari 60 Bradley meninggalkan Pantai Charleston Utara, Carolina Selatan, pekan lalu," kata laporan itu, seperti dilansir dari TASS, Selasa (31/1/2023). 

Pengiriman itu dimaksudkan sebagai bagian dari perjanjian AS untuk bantuan militer senilai $2,85 miliar pada awal tahun. 

"Pengiriman itu sebagai bagian dari perjanjian bantuan militer Amerika Serikat senilai US$2,85 miliar yang diumumkan awal tahun ini," tambahnya. 

Pada 6 Januari lalu, Washington pertama kali mengumumkan transfer kendaraan tempur Bradley ke Ukraina. Sebanyak 50 kendaraan ini adalah bagian dari paket bantuan senilai US$2,85 miliar. 

Sedangkan, pada 19 Januari lalu, para pejabat AS mengumumkan tahap lain dari bantuan militer senilai US$2,5 miliar, termasuk 59 kendaraan tempur Bradley lainnya.

Menurut Departemen Pertahanan AS, negara tersebut telah mengalokasikan bantuan militer ke Kyiv Ukraina, senilai lebih dari US$27,1 miliar sejak dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina amerika serikat Ukraina
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top