<p><b>Bisnis.com, </b>JAKARTA – Presiden Ukraina <a href="https://www.bisnis.com/topic/55303/volodymyr-zelensky">Volodymyr Zelenskiy</a> mengimbau warganya untuk membatasi konsumsi energi menyusul serangan <a href="https://www.bisnis.com/topic/1633/rusia">Rusia</a> yang menargetkan infrastruktur energi.</p> <p>Zelensky juga menuduh Rusia berupaya menghancurkan pembangkit listrik untuk jutaan orang pada awal musim dingin.</p> <p>Dilansir dari <i>Bloomberg </i>pada Selasa (22/11/2022), Zelensky mengatakan kerusakan dari serangan Rusia baru-baru ini terhadap instalasi energi Ukraina sangat besar. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh penduduk dan dan bisnis untuk berhemat dan mengurangi konsumsi sehari-hari.</p> <p>Zelensky mengatakan kondisi krisis energi terparah terjadi di Kyiv, Vinnytsia, Sumy, Ternopil dan Cherkasy.</p> <p>“Hari ini, tim energi kami harus menerapkan tidak hanya pemadaman listrik bergilir, tetapi juga pemadaman darurat. Hal ini disebabkan oleh tingkat konsumsi yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat disediakan negara saat ini,” kata Zelenskiy seperti dikutip <i>Bloomberg.</i></p> <p>Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan jutaan orang di Ukraina terancam oleh musim dingin karena krisis energi akibat Rusia terus menggempur infrastruktur pembangkit listrik negara.</p> <p>Rusia telah menargetkan infrastruktur energi dengan serangan rudal, termasuk depot air dan listrik dalam beberapa pekan terakhir. Serangan ini mengakibatkan pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Ukraina saat musim dingin tiba, yang juga berpotensi memperparah krisis kesehatan.</p> <p>Direktur regional WHO untuk Eropa Hans Henri P Kluge mengatakan setengah dari infrastruktur energi Ukraina rusak atau hancur. Kondisi ini memiliki efek langsung pada sistem kesehatan masyarakat.</p> <p>"Musim dingin ini mempertaruhkan kelangsungan hidup. 10 juga warga Ukraina saat ini hidup tanpa listrik," ungkapnya dalam konferensi pers di Kyiv seperti dilansir <i>Aljazeera.</i></p> <p>Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengecam aksi penembakan ke arah<a href="https://www.bisnis.com/topic/3800/pltn"> pembangkit listrik tenaga nuklir</a> (PLTN) Zaporizhzhia <a href="https://www.bisnis.com/topic/55300/Perang-Rusia-Ukraina">Ukraina</a>, yang kini tengah berada di bawah kendali<a href="https://www.bisnis.com/topic/1633/Rusia"> Rusia</a>, pada Sabtu (21/11/2022) malam. </p> <p> Kepala IAEA Rafael Grossi menyampaikan, aksi penembakan yang berlangsung hingga Minggu (21/11/2022) itu, telah menyebabkan berbagai kerusakan pada sejumlah bagian bangunan, sistem, hingga fasilitas yang ada di pembangkit listrik Zaporizhzhia. </p> <p> "Siapa pun di balik ini, harus segera dihentikan. Seperti yang sudah saya katakan berkali-kali sebelumnya, Anda bermain api," terang Rafael dikutip dari The Guardian, Senin (21/11/2022). </p>
Rusia Serang Pembangkit Listrik, Zelensky Imbau Warga Ukraina Hemat Energi
Zelensky mengatakan kerusakan dari serangan Rusia baru-baru ini terhadap instalasi energi Ukraina sangat besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Aprianto Cahyo Nugroho
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.
4 jam yang lalu
Kala Laju Investasi Belum Menjawab Tantangan Ketenagakerjaan
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
56 menit yang lalu
Hotman Paris Ungkap Alasan Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
5 jam yang lalu