Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Ungkap Akhir Pandemi Covid-19 di Indonesia, Begini Respons Pakar

Pakar menyebut untuk benar-benar keluar dari pandemi Covid-19, konsistensi upaya pencegahan, pelacakan, hingga penanganan diperlukan.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  15:15 WIB
Jokowi Ungkap Akhir Pandemi Covid-19 di Indonesia, Begini Respons Pakar
Jokowi Ungkap Akhir Pandemi Covid-19 di Indonesia, Begini Respons Pakar. Ilustrasi Virus Covid-19 varian R.1 - Times of India
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pandemi Covid-19 di Indonesia segera berakhir. Menurutnya, hal tersebut bisa saja terjadi lantaran semakin menurunnya kasus Covid-19 secara global.

"Walaupun kita harus pahami ini masih tinggi ya, walaupun menurun tapi belum dalam level yang bisa diterima. Karena dibandingkan flu saja masih 3 sampai 4 kali dan angka kematiannya masih cukup tinggi. Ini yang harus kita sadari ya," kata Dicky kepada Bisnis, Senin (3/10/2022).

Dicky juga menyebutkan bahwa cakupan vaksinasi di Indonesia juga belum sepenuhnya. Menurutnya, untuk lepas dari pandemi Covid-19, cakupan vaksinasi ketiga atau booster setidaknya mencapai 90 persen.

"Fakta yang saat ini terjadi dan saya alami bahwa Covid-19 masih ada dan masih menginfeksi dan bisa bergejala. Khususnya pada yang masih rawan, punya komorbid, dan belum mendapatkan booster," imbun Dicky.

Selain itu, sambungnya, angka kematian juga masih bisa terjadi pada kelompok-kelompok yang rawan. Meskipun, saat ini trennya sudah jauh menurun dengan modal imunitas yang ada.

Dia melanjutkan bahwa masyarakat harus konsisten untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk dalam upaya untuk mencegah potensi timbulnya subvarian super yang berpotensi kembali memperburuk kondisi.

Upaya yang dimaksud adalah konsisten melakukan 5M: Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan Membatasi Mobilitas. Kemudian juga melakukan vaksinasi dan program 3T yakni testing, tracing, dan treatment.

Selain itu, Dicky menyampaikan pemerintah juga harus terus berupaya untuk membuat kebijakan yang meminimalkan risiko penyebaran Covid-19. Apabila hal tersebut terus dilakukan, dia memrediksi akhir pandemi paling cepat terjadi akhir tahun ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengatakan Indonesia akan segera keluar dari status pandemi Covid-19 dalam waktu dekat.

"Pandemi memang sudah mulai mereda. Mungkin sebentar lagi juga akan kita nyatakan pandemi sudah berakhir," kata Jokowi dalam acara Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/10/2022).

Kendati demikian, Kepala Negara menilai dampak pandemi belum sepenuhnya berakhir sehingga diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk bersama-sama menanganginya.

"Yang kita lihat ini di dunia, pemulihan ekonomi pascapandemi memang belum kembali normal, justru semakin tidak baik," imbuhnya.

Menurutnya, krisis global akibat konflik geopolitik seperti Rusia dan Ukraina menyebabkan disrupsi di banyak sektor, salah satunya sektor pangan dan ekonomi. Meskipun demikian, sambung Jokowi, Indonesa patut bersyukur karena mampu menjaga kondisi perekonomian tetap stabil.

Hal itu terbukti dari kondisi pertumbuhan perekonomian Indonesia menyentuh 5,44 persen pada kuartal II/2022. Jokowi pun optimistis pada kuartal III/2022 pertumbuhan ekonomi nasional mampu melampauinya.

"Saya masih meyakini kita di kuartal tiga kita masih bisa tumbuh di atas angka tadi," katanya.

Jokowi menekankan bahwa untuk mencapainya, seluruh pihak harus kompak dan bersinergi serta memiliki perasaan yang sama untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan akhir dari pandemi Covid-19 sudah di depan mata. Mereka mengungkapkan itu pascakematian mingguan akibat virus di seluruh dunia berada pada level terendah sejak Maret 2020.

Angka kematian global mingguan pada 5 September 2022 adalah 11.118, menurut situs web WHO. Maret 2020 adalah bulan di mana Inggris memasuki penguncian nasional pertamanya.

WHO juga memperkirakan bahwa 19,8 juta kematian dapat dihindari pada tahun 2021 karena vaksin Covid-19 diberikan dan 12 miliar dosis telah diberikan di seluruh dunia.

Namun, mereka memingatkan bahwa virus corona masih menimbulkan "darurat global akut" dan menyoroti bahwa selama delapan bulan pertama tahun ini lebih dari 1 juta orang meninggal karena Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Jokowi Virus Corona
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top