Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terus Main Api dengan China, Delegasi Parlemen AS Kunjungi Taiwan

Amerika Serikat terus memprovokasi China setelah delegasi parlemen mereka mengunjungi Taiwan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  06:28 WIB
Terus Main Api dengan China, Delegasi Parlemen AS Kunjungi Taiwan
Ilustrasi bendera China dan Taiwan. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Delegasi anggota parlemen Amerika Serikat (AS) tiba di Taiwan tadi malam untuk kunjungan dua hari dan akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen di tengah ketegangan hubungan militer negara pulau itu dengan China.

China, yang mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, telah melakukan latihan militer di sekitar pulau itu untuk mengekspresikan kemarahannya atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada awal Agustus.

Kedutaan Besar AS secara de facto di Taipei mengatakan bahwa delegasi tersebut dipimpin oleh Senator Ed Markey, yang didampingi oleh empat anggota DPR sebagai bagian dari kunjungan yang lebih besar ke kawasan Indo-Pasifik.

Kantor kepresidenan Taiwan mengatakan kelompok delegasi parlemen itu akan bertemu Tsai pada Senin pagi.

"Pada saat China meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan dan kawasan dengan latihan militer, Markey memimpin delegasi untuk mengunjungi Taiwan, sekali lagi ini menunjukkan dukungan kuat Kongres Amerika Serikat untuk Taiwan," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (15/8/2022).

Markey memimpin Subkomite Hubungan Luar Negeri Senat Asia Timur, Pasifik, dan Keamanan Siber Internasional. Pemimpin kunjungan tersebut juga termasuk anggota DPR  John Garamendi dari Kelompok Kerja Kontrol Senjata dan Senjata Nuklir Kongres dan anggota DPR lainnya, Don Beyer, kata juru bicara Markey.

Kedutaan Besar China di Washington mengatakan kemarin bahwa "anggota Kongres AS harus bertindak konsisten dengan kebijakan satu-China pemerintah AS" dan berpendapat bahwa kunjungan Kongres terbaru "sekali lagi membuktikan bahwa AS tidak ingin melihat stabilitas di Selat Taiwan. AS disebut berupaya untuk membangkitkan konfrontasi antara kedua belah pihak dan mencampuri urusan dalam negeri China.

Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengatakan anggota Kongres telah melakukan kunjungan ke Taiwan selama beberapa dekade dan akan terus melakukannya. Disebutkan  hawa kunjungan tersebut sesuai dengan kebijakan satu-China.

Seismogram pihak kantor Markey mengatakan anggota parlemen itu "akan menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat untuk Taiwan sebagaimana dipandu oleh Undang-Undang Hubungan Taiwan, Komunike Bersama AS-China, dan Enam Jaminan, dan akan mendorong stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat china taiwan
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top