Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Korea Utara Sudah Bebas Covid-19?

Korea Utara menyatakan kemenangannya atas Covid-19 awal pekan ini, hanya beberapa bulan setelah mengumumkan kasus pertamanya pada Mei lalu.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 13 Agustus 2022  |  13:07 WIB
Benarkah Korea Utara Sudah Bebas Covid-19?
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memimpin pertemuan Sekretariat Komite Sentral Partai Buruh Korea di Pyongyang, Korea Utara, Senin (27/6/2022). Reuters - KCNA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara (Korut) mencabut aturan mengenakan masker dan melonggarkan peraturan pembatasan kegiatan masyarakat, beberapa hari setelah Kim Jong-un menyatakan 'kemenangan' atas Covid-19.

Kabar tersebut disampaikan oleh media setempat pada hari ini, Sabtu (13/8/2022).

Pyongyang awal pekan ini menyalahkan Seoul sebagai penyebab wabah Covid-19 di wilayahnya dan mengancam akan memusnahkan pihak berwenang Korea Selatan, jika perlu.

Pembatasan mobilitas masyarakat di negara itu telah dilonggarkan. Pasalnya, Kim Jong-un mengklaim krisis kesehatan yang terjadi di negaranya telah 'dijinakkan' dan seluruh wilayah telah bebas dari virus ganas dalam waktu singkat, sebagaimana diberitakan kantor berita Korea Central News Agency (KCNA) Pyongyang, melansir CNA, Sabtu (13/8/2022).

Korea Utara menyatakan kemenangannya atas Covid-19 awal pekan ini, hanya beberapa bulan setelah mengumumkan kasus pertamanya pada Mei lalu.

Pembatasan mobilitas dan tindakan anti virus lainnya juga dicabut, kecuali untuk wilayah perbatasan. Kendati demikian, masyarakat dengan gejala penyakit pernapasan disarankan untuk memakai masker dan masyarakat Korea Utara diminta untuk tetap waspada terhadap hal-hal yang tidak normal, yang tampaknya mengacu pada selebaran propaganda dari Korea Selatan.

Terlepas dari larangan yang mulai berlaku sejak 2021, para aktivis Korea Selatan selama bertahun-tahun telah menerbangkan balon yang membawa selebaran propaganda melintasi perbatasan. Tindakan ini sudah lama mendapatkan protes dari Korea Utara.

Kim Yo-jong, saudara perempuan Kim Jong-un, pada Rabu (10/8/2022) menyalahkan kegiatan tersebut dan menuding kegiatan itu telah membawa wabah Covid-19 ke negaranya, dan bersumpah akan melakukan pembalasan mematikan terhadap Seoul.

Kim Yo-jong juga menyebutkan bahwa dirinya sendiri jatuh sakit selama wabah tersebut dan mengalami demam tinggi.

Korea Utara telah mencatat hampir 4,8 juta kasus demam, sementara hanya sedikit dari mereka yang teridentifikasi terjangkit Covid-19 sejak April lalu, dengan hanya 74 kasus kematian, menurut KCNA.

Para ahli termasuk WHO telah lama mempertanyakan statistik Covid-19 Pyongyang dan mengklaim telah mengendalikan wabah tersebut.

Asal tahu saja, Korea Utara merupakan salah satu dari sekian negara dengan sistem perawatan kesehatan terburuk di dunia, dengan fasilitas rumah sakit yang tidak lengkap, menurut para ahli.

Seoul NK News mencatat ada keraguan mengenai Korea Utara yang disebut telah memvaksinasi beberapa penduduk dari 26 juta penduduknya, meskipun negara tersebut mungkin telah menerima beberapa vaksin dari China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Korea Utara korea selatan
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top