Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tuntut Pemilu Lebih Awal, Aksi Duduki Parlemen Irak Berlanjut

Cendekiawan muslim Irak Muqtada al-Sadr mendesak para pendukungnya melanjutkan aksi duduk di gedung parlemen di Baghdad sampai tuntutannya dipenuhi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  12:45 WIB
Tuntut Pemilu Lebih Awal, Aksi Duduki Parlemen Irak Berlanjut
Cendekiawan muslim populis Irak Muqtada al-Sadr. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Cendekiawan muslim populis Irak Muqtada al-Sadr mendesak para pendukungnya untuk melanjutkan aksi duduk di gedung parlemen di Baghdad sampai tuntutannya membubaran parlemen dan pemilihan umum lebih awal dipenuhi.

Tuntutan tersebut, yang disampaikan oleh pemimpin muslim Syiah itu dalam pidato yang disiarkan televisi dari Najaf kemarin, akan memperpanjang kebuntuan politik yang telah membuat Irak tanpa pemerintahan terpilih selama hampir 10 bulan.

Ribuan pengikut Al-Sadr menyerbu Zona Hijau yang dibentengi di Baghdad. Zona itu menampung gedung-gedung pemerintah dan kedutaan besar asing.

Mereka pekan lalu mengambil alih gedung parlemen yang kosong dengan aksi duduk yang terus berlanjut. Pendukung Al-Sadr telah mendirikan sebuah perkemahan dengan tenda dan warung makan di sekitar parlemen.

Langkah tersebut merupakan tanggapan terhadap upaya saingan muslim Syiah-nya, yang banyak di antaranya dekat dengan Iran, untuk membentuk pemerintahan dengan calon perdana menteri yang tidak disetujui oleh Al-Sadr.

Al-Sadr memenangkan jumlah kursi terbesar di parlemen dalam pemilihan Oktober, tetapi gagal membentuk pemerintahan yang akan mengecualikan saingannya yang didukung Iran.

Dia menarik anggota parlemennya dari parlemen dan sebaliknya menerapkan tekanan melalui protes dan duduk di parlemen, sehingga menarik basis pendukungnya dari jutaan kelas pekerja Syiah Irak.

Al-Sadr menegaskan kembali dalam pidatonya bahwa dia siap untuk “syahid” untuk tujuannya.

“Bubarkan parlemen dan adakan pemilihan umum awal,” kata Al-Sadr seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (4/8/2022).

Al-Sadr, yang pernah memimpin milisi anti-AS dan memiliki jutaan pengikut setia, mencatat dalam pidatonya bahwa dia juga “tidak tertarik” untuk bernegosiasi dengan saingannya.

“Jangan percaya rumor, saya tidak ingin dialog,” kata Al-Sadr.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

irak syiah komisi pemilihan umum
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top