Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKB Tembak Mati 10 Warga Sipil, Polisi Sebut Pelaku Kelompok Egianus Kogoya

Polisi menyebut bahwa KKB pelaku penyerangan terhadap warga sipil di Nogolaid, Kabupaten Nduga diduga dari kelompok Egianus Kogoya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juli 2022  |  17:49 WIB
KKB Tembak Mati 10 Warga Sipil, Polisi Sebut Pelaku Kelompok Egianus Kogoya
Dirreskrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Rahmadani. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi menyebut bahwa KKB pelaku penyerangan terhadap warga sipil di Nogolaid, Kabupaten Nduga, Papua diduga dari kelompok Egianus Kogoya.

"Memang pelaku penyerangan yang melukai 11 orang warga sipil, 10 di antaranya meninggal itu adalah KKB pimpinan Egianus Kogoya," tegas Dirreskrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Rahmadani di Jayapura, Sabtu (16/7/2022).

Selain menembak, pelaku juga menyerang menggunakan senjata tajam.

Sebanyak 11 orang terluka, 10 orang di antaranya meninggal dunia dan saat ini sudah dievakuasi ke Timika.

Tempat kejadian perkara penyerangan berada di luar Kenyam dan setelah melakukan penyerangan langsung melarikan diri.

Ketika ditanya tentang persediaan amunisi, Kombes Faizal mengatakan KKB masih memiliki amunisi walaupun mungkin tidak banyak.

Walaupun demikian diharapkan aparat keamanan dan masyarakat tetap waspada, harap Kombes Faizal.

Sebanyak 11 orang yang menjadi korban penyerangan KKB, 10 di antaranya meninggal dunia yaitu Pdt. Elias Serbaye (54th), Yulius Watu, (23th ), Habertus Goti (41th), Daenk Maramli (41 ), Taufan Amir (42 th), Johan (26 th), Alex (45th), Yuda Hurusinga, Has Jon (41), Sirajudi ( 27 ) dan seorang yang alami luka-luka yakni Sudirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkb papua

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top