Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Turis Asing Mulai Kunjungi Songkhla setelah Thailand Cabut Pembatasan Covid-19

Penyeberangan perbatasan Sadao telah mencatat peningkatan turis dari Malaysia, Indonesia, dan Singapura sejak 1 Juli, setelah pemerintah Thailand menghapus sistem pendaftaran pra-kedatangan Thailand Pass
Wisata ke Thailand/News.com.au
Wisata ke Thailand/News.com.au

Bisnis.com, JAKARTA – Songkhla, tujuan wisata populer di Thailand selatan dan pintu gerbang ke Malaysia dan Singapura, mulai ramai dikunjungi pelancong usai pemerintah mencabut pembatasan terkait Covid-19.

Dilansir Channel News Asia, penyeberangan perbatasan Sadao telah mencatat peningkatan turis dari Malaysia, Indonesia, dan Singapura sejak 1 Juli, setelah pemerintah Thailand menghapus sistem pendaftaran pra-kedatangan Thailand Pass dan persyaratan untuk pertanggungan asuransi perjalanan senilai US$10,000 atau Rp149 juta (dengan Kurs Rp14,989).

Data dari Kantor Imigrasi Sadao mencatat sebanyak 3,862 kedatangan pada 1 Juli saja. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat pengunjung dibandingkan dengan 1,338 kedatangan pada tanggal yang sama bulan Juni.

“Asuransi dengan biaya pertanggungan US$10.000 antara 600 baht (Rp249 ribu dengan Kurs Rp415) dan 700 baht atau (Rp290 ribu) yang mungkin tidak tampak seperti banyak uang. Tetapi untuk keluarga yang terdiri dari enam hingga tujuh orang, misalnya, itu akan menelan biaya beberapa ribu baht,” ungkap seorang pejabat imigrasi di perbatasan yang tidak mau disebutkan namanya, seperti dilansir dari Channel News Asia pada Jumat (8/7/2022).

Ini belum termasuk 3.820 pelancong lain yang masuk dengan melewati perbatasan Malaysia-Thailand. Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan rata-rata 276.000 kedatangan bulanan melalui pos pemeriksaan sebelum pandemi Covid-19 melanda Thailand. Terlepas dari langkah-langkah yang dilonggarkan, turis yang divaksinasi lengkap masih diharuskan untuk menunjukkan catatan vaksinasi Covid-19 mereka saat masuk.

Sementara bagi yang belum mendapat vaksinasi lengkap, mereka perlu menjalani skrining dan menunjukkan bukti hasil tes Covid-19 yang negatif.

Banyak turis yang melakukan perjalanan ke Songkhla akan mengunjungi distrik populer Hat Yai, sekitar satu jam perjalanan dari penyeberangan perbatasan Sadao.

“Wisatawan belum banyak karena mereka mengurus diri sendiri. Mereka tidak bepergian atau menghabiskan banyak uang karena Covid-19. Apalagi ringgit Malaysia juga terdepresiasi,” kata Wassana Madtapong, penjual di Kim Yong Market.

Meskipun kedatangan internasional meningkat, tetapi pasar tetap sepi selama hari kerja. Wassana biasa menyambut bus yang penuh turis sebelum pandemi. Saat ini, dia hanya melihat beberapa kelompok pembeli di pasar, dengan daya beli yang lebih rendah.

“Ketika ada beberapa pelanggan, saya bisa mendapatkan 5000 baht (Rp2 juta) hingga 6000 baht (Rp2,4 juta) dalam satu hari. Tapi sebelumnya, saya biasa mendapatkan lebih dari 10000 baht (Rp4,1 juta), kadang-kadang 20000 baht (Rp8,3 juta),” ungkap Wassana.

Seperti tempat wisata lainnya di Hat Yai, para pelaku usaha berjuang untuk bertahan hidup karena pendapatan yang terbatas dari wisatawan.

Tahun depan, pertumbuhan diperkirakan 4,2 persen. “Pemulihan ekonomi Thailand mendapatkan daya tarik dan bisa lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya,” kata bank sentral dalam Laporan Kebijakan Moneter bulan lalu.

Enam juta turis internasional diharapkan di Thailand tahun ini, berkat kebijakan pembukaan kembali yang lebih cepat dari perkiraan banyak negara. Bank sentral juga memperkirakan 19 juta kedatangan turis asing pada 2023, ketika pandemi global diperkirakan mereda dan turis China diprediksi akan kembali.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper