Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus BPJS Ketenagakerjaan Unrealized Loss atau Korupsi? Begini Updatenya

Tim penyidik bakal menentukan sikap terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS Ketenagakerjaan pekan depan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  16:05 WIB
Kasus BPJS Ketenagakerjaan Unrealized Loss atau Korupsi? Begini Updatenya
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA--Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal menentukan sikap terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS Ketenagakerjaan.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus pada Kejagung Febrie Adriansyah memprediksi pekan depan tim penyidik bakal menentukan sikap terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Menurut Febrie, perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS Ketenagakerjaan itu sudah masuk dalam kasus tunggakan yang akan dituntaskan secepatnya agar tidak menggantung sekaligus memberi kepastian hukum.

"Kalau kasusnya sudah tidak bergerak begitu, ini tinggal nunggu jadwal kosong untuk masuk ke kasus itu dan kita tentukan sikap seperti apa ya nantinya," tuturnya kepada Bisnis di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Febrie mengatakan bahwa perkara korupsi BPJS Ketenagakerjaan itu sudah rampung pemeriksaan saksi maupun ahli. Sejauh ini, menurutnya, kasus dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan tersebut masuk ke dalam kategori unrealized loss.

"Jadi memang waktu itu perdebatannya di sana ya masuk ke klausul unrelized loss. Kalau keterangan dari ahli sudah selesai. Jadi mungkin kita tinggal menentukan kebijakan saja," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kejaksaan Agung korupsi bpjs ketenagakerjaan
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top