Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lagi, Amerika Bakal Kirim US$820 Juta ke Ukraina, Untuk Apa?

Ukraina juga telah menerima bantuan dari negara-negara seperti Spanyol, Prancis, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Denmark.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 02 Juli 2022  |  17:58 WIB
Lagi, Amerika Bakal Kirim US$820 Juta ke Ukraina, Untuk Apa?
Anggota pasukan pro-Rusia melakukan penggeledahan di sebuah rumah selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mengirim bantuan kembali untuk Ukraina untuk memperkuat posisi di perang Rusia vs Ukraina.

Bantuan tersebut berupa dua sistem rudal NASAMS yaitu sistem pertahanan udara jarak menengah, empat radar kontra-artileri, dan sekitar 150.000 butir amunisi artileri 155mm untuk membantu Ukraina dalam memerangi invasi militer Rusia.

Pentagon pada Jumat (1/7/2022) kemarin mengatakan materil tambahan akan datang sebagai bagian dari paket bantuan terbaru AS untuk Ukraina. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Joe Biden pada pertemuan para pemimpin NATO dan diperkirakan berjumlah sekitar US$820 juta.

"Kami akan mendukung Ukraina selama itu diperlukan," kata Presiden AS Joe Biden minggu ini pada konferensi pers selama KTT NATO di Madrid, dikutip pada Minggu (2/7/2022).

Sementara itu, paket yang akan dikirimkan juga dilaporkan akan mencakup lebih banyak amunisi untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).

AS berharap bantuan terbarunya akan meningkatkan perlawanan Ukraina ketika Rusia. Dengan begitu, pasukan Ukraina dapat bertahan dari serangan rudal jarak jauh yang telah mengguncang kota-kota Ukraina dan serangkaian keberhasilan Rusia di wilayah Ukraina Timur.

Joe Biden membantu penambahan kapasitas sehingga Ukraina dapat terus melawan agresi Rusia.

“Jadi saya tidak tahu bagaimana ini akan berakhir, tetapi itu tidak akan berakhir dengan kekalahan Rusia atas Ukraina di Ukraina,” ujarnya.

Rusia telah menjadikan provinsi Ukraina Timur Donetsk dan Luhansk sebagai fokus serangannya. Mereka terus menggempur untuk membuat Kota Kyiv menyerah.

Dukungan militer AS membawa kontribusi totalnya pada upaya perang Ukraina menjadi hampir US$7 miliar sejak Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Invasi tersebut telah menyebabkan kematian dan pengungsian besar-besaran di Ukraina dan ketidakstabilan di pasar global dan rantai pasokan.

Sebagian besar bantuan yang diumumkan secara resmi tersebut, membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mencapai Ukraina.

Sementara itu, AS tetap menjadi penyumbang terbesar bagi upaya perang Ukraina, negara-negara lain juga telah meningkatkan bantuan. Sedangkan Turki telah mempersenjatai Ukraina dengan drone tempur Bayraktar TB2.

Inggris telah memberikan dukungan lebih dari setengah miliar dolar, termasuk kendaraan lapis baja, rudal anti-tank, sistem pertahanan udara, roket dan bahan peledak.

Kanada juga telah memberikan pasokan senilai lebih dari US$200 juta sejak Februari. Ukraina juga telah menerima bantuan dari negara-negara seperti Spanyol, Prancis, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Denmark, serta beberapa tetangganya, termasuk Polandia dan Slovakia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top