Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Negara G7 Sepakat China Harus Tekan Rusia untuk Hentikan Invasi ke Ukraina

Para pemimpin negara G7 mendesak China untuk mendorong penyelesaian sengketa dan menekan Rusia untuk menghentikan invasi ke Ukraina.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  21:10 WIB
Negara G7 Sepakat China Harus Tekan Rusia untuk Hentikan Invasi ke Ukraina
Ilustrasi bendera nasional China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Para pemimpin negara G7 mendesak China untuk mendorong penyelesaian sengketa dan menekan Rusia untuk menghentikan invasi ke Ukraina.

Dalam pertemuan terakhir setelah tiga hari berkumpul di Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman, 7 negara tergabung itu meminta China untuk menekan Rusia agar berhenti dan menarik pasukannya dari Ukraina tanpa syarat. 

Negara-negara demokrasi industri tersebut menyuarakan keprihatinan serius melihat situasi di Laut Cina Timur dan Selatan. Mereka menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan paksaan, apalagi kekerasan.

"Kami menekankan bahwa tidak ada dasar hukum untuk klaim maritim ekspansif China di Laut China Selatan," kata negara G7, dikutip channelnewsasia, Selasa (28/6/2022).

Tak hanya itu, para pemimpin G7 juga menyerukan keprihatinan atas kondisi hak asasi manusia (HAM) di China, termasuk kerja paksa di Tibet dan Xinjiang.

Menurut mereka, China semestinya menghormati dan menegakkan hak kebebasan setiap orang dan otonomi tingkat tinggi di Hong Kong.

Lebih lanjut, mereka menyoroti kebijakan non-pasar China yang dinilai mendistorsi ekonomi global. Untuk itu, G7 berkomitmen bekerja sama memastikan kesetaraan bagi bisnis dan pekerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Rusia G7 Perang Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top