Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus PGAS Solution di Kejati DKI Naik ke Penyidikan

Kasus dugaan korupsi PGAS Solution terkait pembelian dan sewa alat Geothermal naik ke penyidikan.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  19:38 WIB
Kasus PGAS Solution di Kejati DKI Naik ke Penyidikan
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menaikkan kasus dugaan korupsi di PT PGAS Solution dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kasus dugaan korupsi PGAS Solution terkait dengan pembelian dan sewa alat pembuatan sumur Geothermal di Sabang, Aceh tahun 2018.

“Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah meningkatkan status penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada PT PGAS Solution  ke tahap penyidikan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta Ashari Syam dalam siaran pers, Senin (20/06/2022).

Ashari memaparkan kronologi dugaan tindak pidana korupsi ini diawali saat PGAS memperoleh pekerjaan pembelian dan sewa alat (blow out preventer) untuk kebutuhan pembuatan sumur Geothermal di Sabang, Aceh dari PT.TAK pada tahun 2018.

Setelah menerima pesanan tersebut PT. PGAS Solution menerbitkan Purchase Order (order pembelian) kepada PT. ANT dengan nilai pembelian alat sebesar Rp22 miliar dan untuk pekerjaan sewa alat sebesar Rp9,7 miliar sehingga total keseluruhan pekerjaan sebesar Rp31,7 miliar.

Padahal dilain sisi PGAS  mengetahui bahwa PT. ANT tidak memiliki ketersediaan alat pembuatan sumur Geothermal tersebut. Sehingga PGAS  seolah-olah menerima barang dari PT. ANT dengan membuat berita acara palsu.

Akibat transaksi tersebut negara diduga mengalami kerugian senilai Rp31,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi Kejati DKI
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top