Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UAS Dideportasi Singapura, Ditjen Imigrasi Tidak Bisa Intervensi

Kasus deportasi yang dialami oleh Ustaz Abdul Somad dan rombongannya oleh Pemerintah Singapura tidak bisa diintervensi Pemerintah Indonesia.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 18 Mei 2022  |  09:05 WIB
UAS Dideportasi Singapura, Ditjen Imigrasi Tidak Bisa Intervensi
Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, PEKANBARU -  Kasus deportasi yang dialami oleh Ustaz Abdul Somad dan rombongannya oleh Pemerintah Singapura tidak bisa diintervensi Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Ditjen Imigrasi Kemenkumham.

Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Noer Saleh menjelaskan petugas dari Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan International Batam Center memeriksa kedatangan tujuh orang WNI yang ditolak masuk Singapura oleh otoritas Imigrasi Singapura pada Senin, 16 Mei 2022.

Ketujuh orang WNI tersebut berinisial ASB, SN, Hn, FA, AMA, SQA, SAM. Diketahui salah satu dari tujuh orang tersebut adalah pendakwah di Indonesia beserta keluarganya yang tiba pukul 18.10 WIB dari Pelabuhan Tanah Merah Singapura menggunakan Kapal Majestic Pride.

“Tidak ada masalah dalam paspor mereka bertujuh, dari Imigrasi Indonesia sudah sesuai ketentuan. Alasan kenapa otoritas imigrasi Singapura menolak mereka itu sepenuhnya kewenangan dari Singapura, yang tidak bisa kita intervensi,” ujarnya dikutip dari siaran pers di laman resmi imigrasi.go.id, Rabu (18/5/2022).

Dari kronologi peristiwa deportasi itu, sebelumnya pemuka agama tersebut beserta keluarganya diketahui berangkat dengan menggunakan kapal MV. Brilliance of Majestic pada pukul 12.50 WIB menuju Singapura dari TPI Batam Center.

Setiba di Singapura, ICA (Otoritas Imigrasi dan Pemeriksaan Singapura) menolak masuk (denied entry) tujuh orang tersebut dengan alasan tidak memenuhi syarat untuk berkunjung ke Singapura.

Tujuh orang tersebut langsung kembali ke Indonesia pada kesempatan pertama dan tiba kembali di TPI Batam Center pada pukul 18.10. Adapun alasan dan keputusan penolakan ketujuh orang tersebut menjadi wewenang penuh dari otoritas imigrasi Singapura.

"Dari sisi Imigrasi Indonesia, tidak ditemukan permasalahan dalam dokumen keimigrasian ketujuh orang WNI tersebut. Penolakan masuk kepada Warga Negara Asing oleh otoritas imigrasi suatu negara merupakan hal yang lazim dilakukan dalam menjaga kedaulatan negara tersebut."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Ditjen Imigrasi Ustaz Abdul Somad
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top