Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari Ke-77: Rusia Terus Serang Odesa, Zelensky Ungkap Ukraina Berhasil Ambil Alih Kharkiv

Pelabuhan Odesa, salah satu tempat strategis milik Ukraina, mendapat serangan rudal dari Rusia, termasuk dari beberapa rudal hipersonik.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  10:18 WIB
Anggota pasukan pro-Rusia melakukan penggeledahan di sebuah rumah selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko
Anggota pasukan pro-Rusia melakukan penggeledahan di sebuah rumah selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko

Bisnis.com, JAKARTA – Rusia sudah melakukan serangan ke Ukraina terhitung lewat dua bulan lamanya dan hari ini merupakan hari ke-77. Memasuki hari ke-77 ini, badan intelejen Amerika Serikat mengasumsikan jika Rusia tetap akan mengancam negara luar yang terlalu ikut campur membantu Ukraina.

Diketahui, ancaman tersebut merupakan ancaman serangan senjata nuklir bagi para negara lain, khususnya Amerika dan sekutunya agar tak ikut campur lebih dalam dengan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Selain kejadian tersebut, terdapat beberapa kejadian yang ada pada perang atau invasi Rusia ke Ukraina pada hari ke-77 ini. Dilansir dari The Guardian, Rabu (11/5/22) berikut rangkuman kejadian yang terdapat pada hari ke-77 perang berlangsung.

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina

Odesa Kembali Diserang Rudal Oleh Rusia

Pelabuhan Odesa di Laut Hitam yang merupakan salah satu tempat strategis milik Ukraina, kembali mendapat serangan rudal dari Rusia, termasuk dari beberapa rudal hipersonik. Dilaporkan satu orang tewas dan lima terluka setelah tujuh rudal Rusia menghantam pusat perbelanjaan dan depot pada Senin lalu.

Volodymyr Zelenskiy Sebut Ukraina Berhasil Ambil Alih Kharkiv

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam pidatonya, bahwa pasukan Ukraina telah merebut kembali desa-desa di wilayah Kharkiv, yang bisa menandakan fase baru dalam perang. 

Namun, Zelensky  juga memperingatkan agar tidak mengharapkan kemenangan tertentu dari kemajuan yang mereka lakukan di Kharkiv. Tercatat, pemukiman di daerah Cherkaski Tyshky, Ruski Tyshki, Borshchova, dan Slobozhanske berhasil dikuasai kembali oleh tentara Ukraina.

Belarus Akan Kirim Pasukan Khusus Ke Perbatasan Ukraina

Belarus akan mengerahkan pasukan operasi khusus di tiga wilayah dekat perbatasan Ukraina di bagian selatan sebagai tanggapan atas ancaman yang meningkat yang diberikan oleh AS dan sekutunya. 

Dalam laporan lain, Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, mengatakan Moskow telah setuju untuk membantu Minsk memproduksi rudal untuk meningkatkan kemampuan militernya guna membantu militer Rusia.

Jumlah Warga Sipil yang Tewas Terus Meningkat

Warga sipil yang tewas pada saat perang Rusia-Ukraina berlangsung bertambah pesat seiring berjalannya waktu,  kata kepala misi pemantauan hak asasi manusia PBB di Ukraina. Tercatat, sesuai dengan laporan PBB warga sipil yang tewas di Ukraina mencapai 3.381, serta korban luka-luka mencapai 3.680.

100 Warga Sipil Masih Terkepung di Azovstal

Sedikitnya ada sekitar 100 warga sipil yang masih berada di pabrik baja Azovstal ketika Rusia terus melakukan serangan ke wilayah tersebut. Diketahui memang pasukan Rusia tidak mengurangi intensitas serangan mereka di pabrik, tempat warga sipil dan pembela terakhir Ukraina bersembunyi, kata Petro Andryushchenko.

44 Mayat Warga Sipil Ditemukan Pada Puing Bangunan Di Timur Laut Ukraina

Para pejabat Ukraina mengatakan mereka menemukan mayat 44 warga sipil di puing-puing sebuah bangunan di timur laut Ukraina yang dihancurkan beberapa pekan lalu. Mayat-mayat itu ditemukan di sebuah gedung lima lantai yang runtuh pada bulan Maret di Izium, sekitar 120 km (75 mil) dari kota Kharkiv.

Rusia Akhirnya Divonis Salah Atas Serangan Cyber Februari Lalu

Rusia telah disalahkan atas serangan cyber besar-besaran terhadap jaringan internet satelit satu jam sebelum Putin memerintahkan pasukannya untuk menyerang Ukraina. Serangan digital pada jaringan KA-SAT Viasat pada akhir Februari membuat ribuan modem offline dan membantu memfasilitasi invasi Putin ke negara itu, kata Dewan Uni Eropa.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top