Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Deretan Sanksi Baru AS dan Inggris untuk Rusia Jelang Perayaan Hari Kemenangan

AS dan Inggris menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia pada sektor jasa, mesin propaganda Rusia, industri pertahanan dan memberlakukan tarif impor baru.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  06:45 WIB
Fasilitas produksi minyak Rusia di Vankorskoye, Siberia. - Antara/Reuters
Fasilitas produksi minyak Rusia di Vankorskoye, Siberia. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Inggris menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia pada sektor jasa, mesin propaganda Rusia, industri pertahanan dan memberlakukan tarif impor baru menjelang parade Hari Kemenangan (Victory Day) yang dirayakan setiap tanggal 9 Mei.

Sanksi baru itu diumumkan ketika para pemimpin dari kelompok negara-negara industri G7 mengadakan pertemuan puncak virtual dengan presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menunjukkan solidaritas.

Turut serta dalam pertemuan virtual itu antara lain Presiden AS Joe Biden dan PM Inggris Boris Johnson.

Hukuman itu bertujuan  terutama untuk menutup celah dalam sanksi yang ada dan untuk memperlemah ekonomi Rusia beberapa tingkat lagi.

Sanksi baru dari AS antara lain berupa larangan penjualan sektor jasa AS ke Rusia, seperti akuntansi dan konsultasi manajemen.

Selain itu, AS juga memutuskan tidak akan ada lagi iklan atau penjualan peralatan penyiaran AS ke tiga stasiun televisi yang dikendalikan Kremlin.

Sedangkan untuk larangan ekspor teknologi termasuk mesin industri, buldoser, dan barang-barang lainnya yang dapat digunakan oleh pabrik-pabrik pertahanan Rusia seperti dikutip TheGuardian.com, Senin (9/5/2022).

AS juga memberlakukan pembatasan visa untuk 2.600 orang Rusia dan Belarusia lainnya, termasuk pejabat militer dan para eksekutif dari Sberbank dan Gazprombank

Sementara itu, Pemerintah Inggris memperluas sanksinya terhadap Rusia dengan memasukkan tarif impor pada logam mulia serta larangan ekspor produk Inggris tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi di Moskow atas invasi Ukraina.

Sanksi terbaru terssbut  mencapai £1,7 miliar atas Rusia dan negara tetangga Belarus yang turut bergabung dalam invasi Ukraina dan digunakan sebagai pangkalan bagi tentara Rusia. Tujuan sanksi itu untuk melumpuhkan kemampuan Putin untuk mendanai perangnya.

Paket sanksi baru dari Inggris baru termasuk tarif impor senilai £1,4 miliar, pajak perbatasan yang dibayarkan oleh pembeli atas barang yang dikirim dari Rusia yang akan memengaruhi impor platinum, paladium, dan produk lainnya termasuk bahan kimia dari Rusia.

Departemen Perdagangan Internasional Inggris menyatakan Rusia sangat bergantung pada negara itu untuk ekspor logam mulia yang akan dikenakan tarif tambahan 35 poin persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat inggris G7 Perang Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top