Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Varian XE, Epidemiolog: Varian Baru Muncul Tiap Minggu

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan varian baru Covid-19 muncul tiap minggu.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 10 April 2022  |  13:52 WIB
Dicky Budiman epidemiolog University Griffith
Dicky Budiman epidemiolog University Griffith

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan temuan Covid-19 varian XE di Inggris. Varian ini diyakini sebagai rekombinan sub varian Omicron BA.1 dan BA.2. Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan varian baru tersebut muncul setiap minggu.

“Untuk Covid ini tidak usah aneh, bahkan tiap minggu ada sebetulnya. Hanya, datang silih berganti, dan yang survive menjadi terus ada adalah yang punya kelebihan adalah dari sisi punya kecepatan penularan atau bisa menurunkan efikasi vaksin,” ujar Dicky kepada Bisnis, Minggu (10/4/2022).

Menurut Dicky varian baru akan mati jika antibodi dan intervensi kebijakan kesehatannya kuat seperti digalakkan 3T (tracing, testing, treatment) dan dan penerapan protokol kesehatan secara masif.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena varian baru XE akan bergerak sangat lambat.

"Itulah yang angka reproduksinya bisa turun. Selama varian varian tidak punya kemampuan yang saya sebutkan, ia akan sirna,” imbuhnya.

Jika kebijakan kesehatan masyarakatnya lemah, kata Dicky, potensi satu varian aja itu leluasa menginfeksi manusia, itu akan membuat potensi melahirkan varian baru itu tetap ada.

Oleh karena itu, dia mengatakan varian baru itu ditemukan di negara yang kuat surveilance genomic seperti Inggris, Afrika Selatan, negara negara Eropa, Amerika dan Asia Pasifik atau negara berkembang tapi kasus varian itu lebih mendominasi.

"Itu yang membuat varian baru terdeteksi,” paparnya.

Meski begitu, Dicky menjelaskan masyarakat tidak perlu cemas dengan varian baru Covid-19 lantaran modal imunitas masyarakat cukup kuat. Yang penting, ujarnya, adalah tetap lakukan 5M dan vaksinasi.

“Kita harus mengupayakan agar varian tersebut tidak terus muncul, timbul. Pertama dengan 3T dan 5M. Kedua, tingkatkan imunitas dengan vaksinasi,” ujarnya.

Sebelumnya, menurut WHO varian XE disebut sebagai strain yang lebih kuat dibandingkan varian-varian Covid-19 lainnya. Bahkan, diperkirakan 10 persen lebih menular dibandingkan sub varian Omicron BA.2.

Badan Kesehatan Inggris mengungkapkan Covid-19 varian XE pertama kali dideteksi pada 19 Januari, dengan total 637 kasus. Sementara itu, subvarian Omicron BA.2 diketahui menyebar dengan cepat di banyak negara.

"Perkiraan awal menunjukkan varian baru ini 10 persen lebih menular dibandingkan BA.2 Namun bagaimana pun, temuan ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut," ujar WHO, dikutip dari NDTV News, Senin (4/4/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 epidemiolog omicron
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top