Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dubes Inggris Usulkan Krisis Ukraina Dipicu Invasi Rusia Dibahas di Forum G20

Krisis yang muncul sebagai akibat perang Rusia vs Ukraina diusulkan dibahas forum Group of Twenty (G20) yang kini diketuai oleh Indonesia.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins./Antara
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Krisis yang muncul sebagai akibat perang Rusia vs Ukraina diusulkan dibahas forum Group of Twenty (G20) yang kini diketuai oleh Indonesia.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengatakan bahwa pertemuan G20 perlu membahas krisis di Ukraina dan berbagai dampaknya.

Negara-negara besar di dunia yang menjadi anggota G20 perlu membahas krisis yang dipicu oleh aksi militer Rusia tersebut, kata Jenkins, Kamis (24/3/2022).

“Kita juga perlu menyadari bahwa invasi tak berdasar Rusia terhadap Ukraina telah mengubah dunia,” katanya.

Dia menambahkan krisis tersebut telah menjungkirbalikkan pasar energi, memicu inflasi besar-besaran, mengganggu pasokan makanan ke berbagai negara.

"Ini adalah isu-isu yang perlu dibahas oleh G20," kata Jenkins.

Dia menegaskan dukungannya pada presidensi Indonesia di G20.

“Saya tak dapat memikirkan negara lain yang saya rasa tepat untuk presidensi (G20) pada masa yang sulit ini,” kata dia.

Agenda-agenda prioritas yang telah diutarakan oleh Presiden Joko Widodo tentang arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi, tetap menjadi isu yang penting dan perlu tetap dibahas oleh forum G20.

“Kami meyakini bahwa G20 adalah forum yang sangat penting, seperti forum-forum lainnya, di mana isu terbesar di dunia ini perlu dibahas, dan kami mendukung Indonesia untuk mengupayakan itu,” katanya merujuk pada isu di Ukraina.

Sebelumnya, dalam sebuah keterangan tertulis, Jenkins mengatakan bahwa aksi militer Rusia di Ukraina “bukan perang antara Rusia dan Ukraina, ini bukan perang antara Rusia dan Barat."

"Ini adalah perang yang dilakukan Rusia pada hukum internasional, pada perdamaian dan keamanan global dan pada aturan dan norma multilateral yang menjamin stabilitas dan kemakmuran bersama di seluruh dunia," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper