Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendag: Mafia Minyak Goreng Diungkap 1-2 Hari Lagi

Mendag menyebut bahwa mafia minyak goreng bakal diungkap dalam 1-2 hari lagi.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  11:22 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di sela-sela gelaran World Expo 2020 Dubai. - Bisnis/Gajah Kusumo
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di sela-sela gelaran World Expo 2020 Dubai. - Bisnis/Gajah Kusumo

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi kembali berjanji segera mengumumkan tersangka mafia minyak goreng

Mendag M Lutfi dalam rapat di DPD justru mengaku tidak mengharapkan terjadinya kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Dia pun mengindikasikan adanya permainan mafia yang menyebabkan kelangkaan tersebut. “Ini merupakan sesuatu yang kami serahkan ke Kepolisian. Semoga dalam waktu 1-2 hari akan diungkap siapa yang bermain sebagai mafia ini,” kata Lutfi dikutip dari akun Facebook DPD, Selasa (22/3/2022).

Adapun Mendag telah berjanji kepada Presiden untuk menyelesaikan masalah minyak goreng. Menurutnya, dalam waktu dekat Kemendag akan mengeluarkan kebijakan agar masyarakat dapat membeli minyak curah di harga Rp14 ribu. 

“Dan saya juga berpikir never again untuk melawan mekanisme pasar karena akan memunculkan banyak hal yang tidak terduga,” kata Lutfi

Sementara itu, Polri mengaku belum mengagendakan akan merilis atau mengumumkan tersangka mafia minyak goreng pada, Senin (21/3) kemarin.

Hal ini bertetangan dengan pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi sempat menyebut Bareskrim Polri akan mengumunjan tersangka mafia minyak goreng pada hari ini.

"Belum ada rencana rilis mafia minyak goreng," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat dihubungi, Senin (21/3/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri perdagangan mafia minyak goreng muhammad lutfi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top