Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPB: Video Lumpur Bergerak Pascagempa Pasaman Bukan Likuifaksi 

BNPB mengatakan video lumpur bergerak pascagempa Pasaman bukanlah kejadian likuifaksi seperti pascagempa Palu 2018 silam, melainkan banjir lumpur akibat longsor yang terjadi di hulu
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  15:58 WIB
Bangunan rusak akibat gempa bumi  - Dok.BPBD
Bangunan rusak akibat gempa bumi - Dok.BPBD

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan mengenai video lumpur bergerak yang tersebar beberapa jam setelah gempa bumi bermagnitudo 6.1 mengguncang Kabupaten Pasaman pada Jumat (25/2) kemarin. 

Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan video lumpur bergerak itu bukanlah kejadian likuifaksi seperti pascagempa Palu 2018 silam.

“Dari temuan fakta hasil kaji cepat dan pemetaan yang dilakukan BNPB, maka fenomena yang terjadi di Pasaman dipastikan bukanlah likuifaksi, tetapi banjir lumpur akibat longsor yang terjadi di hulu,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/2/2022). 

BNPB, kata Abdul, segera melakukan pemantauan udara bersama dengan dengan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, setelah mendapatkan informasi mengenai lumpur bergerak. Dari dokumentasi visual pesawat nirawak atau drone memang secara jelas memperlihatkan ada pergerakan lumpur. 

Setelah dikaji dan dipelajari, ada titik-titik longsoran di hulu Talamau itu yang kemudian masuk ke sungai dan terbawa aliran sungai ke hilir dan menghantam beberapa rumah penduduk.

“Kejadian ini lebih mirip dengan banjir sedimen yang terjadi di Sigi akibat luapan bah bercampur pasir dari Sungai Poi yang berasal dari longsoran akibat gempa 2018 Palu. BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat agar berpartisipasi meredam kabar dan informasi yang belum diyakini kebenarannya,” jelas Abdul. 

Seperti diketahui, sewaktu gempa dan tsunami melanda Kota Palu dan sekitarnya, pada September 2018 lalu, beberapa daerah seperti Kelurahan Petobo mengalami fenomena alam yang disebut likuifaksi. 

Likuifaksi terjadi karena gempa ini menyebabkan berbagai rumah roboh, lalu permukaan tanah bergerak dan ambles sehingga semua bangunan hancur. Likuifaksi itu lebih kepada larutnya suatu benda padat ke benda cair. 

Terkait dengan gempa bumi, di bawah daratan terdapat air tanah. Begitu ada getaran, barang-barang padat di atas itu akan melarut, teraduk akibatnya getaran dan melarut masuk atau terhisap ke dalam perut bumi. 

Diberitakan sebelumnya, dua gempa beruntun yang berpusat di Pasaman Barat dengan selisih 4 menit menghantam Sumatera Barat, Jumat (25/2/2022) pagi. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,2 terjadi pukul 08.35 WIB dengan lokasi 18 kilometer timur laut Pasaman Barat dan kedalaman 10 kilometer. Sementara gempa kedua berkekuatan magnitudo 6,1.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb gempa bumi tanah longsor pasaman barat
Editor : Wahyu Arifin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top