Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia Ukraina: 27 Negara Termasuk AS-Inggris Setuju Kirim Senjata dan Pasukan ke Ukraina

Sedikitnya 27 negara termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah setuju untuk mendukung Ukraina dengan senjata dan pasukan lainnya seiring dengan invasi Rusia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 26 Februari 2022  |  16:45 WIB
Bendera Inggris - public domain
Bendera Inggris - public domain

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 27 negara termasuk Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah setuju untuk mendukung Ukraina dengan senjata dan pasukan lainnya seiring dengan invasi Rusia ke negara tersebut.

Sky News melaporkan, bahwa bantuan tersebut termasuk senjata, pasokan medis dan bantuan militer lainnya untuk memerangi invasi Rusia.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menyelenggarakan konferensi donor bantuan militer pada Jumat (25/2/2022) malam waktu setempat. Pertemuan puluhan negara tersebut diadakan secara virtual.

Hasilnya, 25 negara menyatakan siap membantu dan setuju untuk berkontribusi. Selain itu dua negara lain yang tidak dapat mengikuti konferensi secara terpisah menyatakan akan memberikan dukungan.

“Bantuan tersebut meliputi amunisi, senjata anti-tank, senjata anti-udara dan bantuan seperti persediaan medis,” tulis Sky News, Sabtu (26/2/2022).

Adapun negara yang telah menyatakan dukungannya berasal dari anggota NATO maupun non NATO. Namun tidak dijelaskan senjata apa saja yang dikirim. Namun demikian, media itu menyebut bahwa Belanda ikut mengirim 200 rudal Stinger.

Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengumumkan bahwa Rusia sudah memasuki Ibu Kota Kyiv. Area jantung Ukraina kini menjadi medan tempur antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Laman Facebook Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengumumkan kepada penduduk untuk berhati-hati. Pasalnya pertempuran aktif telah terjadi di jalan-jalan Ibu Kota.

“Untuk perhatian penduduk Ibu Kota. Pertempuran aktif terjadi di jalan-jalan kota kami. Harap tetap tenang dan berhati-hati,” tulis laman Facebook kementerian tersebut sekitar pukul 11.30 WIB, Sabtu (26/2/2022).

Kementerian juga meminta penduduk untuk tetap berada pada tempat persembunyiannya. Bagi warga yang berada di rumah juga diminta menghindari jendela dan menuju balkon.

“Sembunyi di dalam ruangan, seperti di kamar mandi, dan tutupi diri Anda dengan sesuatu yang akan mencegah cedera akibat pecahan peluru.”

“Jika Anda mendengar sirine, segera pergi ke shelter terdekat!”

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Rusia Ukraina
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top