Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia-Ukraina Perang, Radiasi di PLT Nuklir Chernobyl Meningkat

Badan nuklir Ukraina mencatat kenaikan tingkat radiasi di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl setelah Rusia merebutnya.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 26 Februari 2022  |  08:41 WIB
Arsip - Pemandangan udara dari pesawat menunjukkan struktur New Safe Confinement (NSC) di atas sarkofagus tua yang menutupi reaktor keempat yang rusak di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl selama tur ke zona eksklusi Chernobyl, Ukraina, 3 April 2021. - Antara
Arsip - Pemandangan udara dari pesawat menunjukkan struktur New Safe Confinement (NSC) di atas sarkofagus tua yang menutupi reaktor keempat yang rusak di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl selama tur ke zona eksklusi Chernobyl, Ukraina, 3 April 2021. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan nuklir Ukraina mencatat kenaikan tingkat radiasi di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl yang tidak lagi berfungsi. Rusia merebut pembangkit listrik itu pada serangan pertama.

Para ahli di badan tersebut tidak memberikan keterangan tingkat radiasi secara detail, namun mengatakan angka tersebut telah berubah akibat pergerakan peralatan militer berat di area tersebut, yang kemudian mengangkat debu radioaktif ke udara.

“Radiasi mulai meningkat. Namun tidak di tahap yang kritis untuk Kiev saat ini, tetapi kami terus memonitornya,” kata Kementerian Dalam Negeri, Jumat (25/2/2022).

Chernobyl sendiri terletak sekitar 100 kilo meter dari Kiev. Adapun negara tetangga Ukraina, Polandia, mengatakan belum mencatat adanya peningkatan tingkat radiasi di kawasannya.

Sementara itu, para penasihat kepresidenan mengatakan bahwa Presiden Volodymyr Zelenskiy masih berada di Ibu Kota Kiev.

“Skenario dasar operasi khusus Rusia telah jelas. Tujuannya adalah untuk mengambil alih Kiev dan membunuh otoritas Ukraina, Presiden Zelenskiy secara personal,” kata seorang penasikat kantor presiden Ukraina, Mykhallo Podolyak.

137 Orang Tewas

Sebanyak 137 orang tewas dan 316 lainnya terluka dalam invasi Rusia hari pertama pada Kamis (24/2/2022). Jumlah tersebut sudah termasuk anggota militer dan warga sipil Ukraina.

"Kami berjuang sendiri mempertahankan negara kami," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky seperti dikutip The Times of Israel pada Jumat (25/2/2022).

Rudal Rusia menghujani kota-kota Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin melancarkan serbuan darat dan serangan udara skala penuh. Langkah Putin ini memaksa warga sipil berlindung di stasiun bawah tanah, dan lebih 100.000 orang mengungsi.

Diwartakan Reuters, Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, dekat sebuah daerah yang masih sangat terkontaminasi dengan bahan radioaktif. Mereka menilai ini bahkan sebuah ancaman untuk Eropa.

Sejak pengumuman invasi dari Putin pada Kamis (24/2/2022) pagi, suasana mencekam terjadi di Kyiv karena jadi sasaran rudal. NATO dan sekutu menggelar pertemuan puncak pada Kamis malam.

Amerika Serikat dan sekutu sudah bergerak untuk menjatuhkan sanksi pada elit dan bank Rusia. Di satu sisi, AS tidak akan menuju ke Eropa timur untuk berperang di Ukraina. Tetap di sisi lain, mereka ingin mempertahankan "setiap inci" wilayah NATO.

Pada Kamis (24/2/2022), unjuk rasa terjadi juga di 11 negara termasuk di Moskow, Tokyo, Tel Aviv, New York dan sejumlah wilayah Eropa, untuk menentang Rusia invasi Ukraina. Bintang pop, jurnalis, komedian televisi, dan pemain sepak bola juga menentang perang melalui unggahan media sosial.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Rusia Invasi Crimea Perang Rusia Ukraina

Sumber : Antara, Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top