Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diserang Rusia Lagi, Presiden Ukraina: Kami Ditinggal Sendirian

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan kesedihannya dalam pidato terakhirnya pada Jumat, dengan mengatakan tak ada negara yang datang menolong.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  11:59 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kyiv, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada (29/1/2022). - Antara /Reuters
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berbicara melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kyiv, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada (29/1/2022). - Antara /Reuters

Bisnis.com, SOLO - Ukraina kembali mendapat serangan dari Rusia pada hari ini, Jumat (24/2/2022).

Helikopter hingga kapal perang milik Rusia disebutkan sudah mulai tiba di Ukraina untuk melancarkan serangan.

Melihat kondisi negaranya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidato menyakitkan.

Menurutnya, Ukraina kini ditinggal sendirian oleh negara-negara lain di dunia. Zelensky menilai tak ada pihak yang berani membantu Ukraina untuk melawan Rusia.

"Kami ditinggalkan sendirian untuk membela negara kami. Siapa yang siap bertarung bersama kami? Saya tidak melihat siapa pun. Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO? Semua orang takut," kata Zelensky dalam pemberitaan AFP.

Dirinya kemudian mengatakan bahwa pihak-pihak sabotase Rusia sudah mulai masuk ke Ukraina untuk menyerang dia dan keluarganya.

Di sisi lain, ratusan ribu pasukan NATO dan Amerika Serikat mengatakan siap terjun membantu Ukraina melawan Rusia.

Melansir dari The Washington Post, NATO mengklaim akan memperkuat sayap timurnya dan menjadi tuan rumah pertemuan puncak darurat sebagai tanggapan atas serangan Rusia terhadap Ukraina.

Sekretis Jenderal Jens Stoltenberg menyebut langkah Rusia sebagai "tindakan perang yang brutal. Aliansi berencana untuk mengirim lebih banyak pasukan ke timur dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Dia mengatakan aliansi telah mengaktifkan rencana pertahanan untuk membantu memastikan bahwa tidak ada tumpahan ke negara anggota NATO mana pun, tetapi dia tidak mengungkapkan apa artinya itu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nato rusia ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top