Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Didemo Hingga Satu Warga Parigi Tewas, Ini Profil PT Trio Kencana

Protes di Parigi dilatarbelakangi oleh keluarnya IPU yang memuluskan jalan penambangan emas PT Trio Kencana di Kasimbar, Parigi Moutong, Sulteng.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  13:38 WIB
Didemo Hingga Satu Warga Parigi Tewas, Ini Profil PT Trio Kencana
Suasana unjuk rasa penolakan tambang di Desa Katulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (12/2/2022) malam. ANTARA/HO - Novita

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang warga tewas tertembak dalam aksi protes menentang rencana penambangan emas PT Trio Kencana di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kasus tewasnya warga tersebut mendapatkan perhatian khusus dari aparat kepolisian. Sebab, kasus ini terjadi ketika kinerja kepolisian juga sedang disorot karena serangkaian aksi represif terhadap warga Wadas, Jawa Tengah.

Dalam catatan Bisnis, protes di Parigi dilatarbelakangi oleh rencana penambangan emas PT Trio Kencana di Kasimbar, Parigi Moutong, Sulteng.

PT Trio Kencana, seperti dijelaskan dalam laman resminya, adalah sebuah perusahaan tambang. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2011. Nama pendirinya adalah H Surianto. H Surianto sendiri saat merupakan Presiden Komisaris PT Trio Kencana.

Selain Surianto, nama lain yang menjabat sebagai pimpinan di PT Trio Kencana yakni Goan Umbas (Komisaris), Syahrussiam, dan Rendy Umbas.

PT Trio Kencana berkokasi di Kesimbar, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Perusahaan ini  memulai kegiatan eksplorasi pertamanya pada tahun 2017, yang kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi berikutnya pada tahun 2018 hingga 2020. 

Hasil kegiatan eksplorasi yang telah dilakukan, dilanjutkan dengan kegiatan analisis mengenai dampak lingkungan. PT Trio Kencana telah memperoleh izin pemerintah sejak tahun 2020 untuk melakukan kegiatan produksi. 

Adapun PT Trio Kencana memiliki proyek seluas 15.725 hektare dimana 3.000 hektare di antaranya masuk dalam kawasan prioritas penambangan.

Bisnis telah mencoba menghubungi perusahaan melalui saluran informasi di laman resminya. Namun hingga berita ini diturunkan pihak perusahaan belum memberikan tanggapan soal kejadian demonstrasi yang berujung penembakan seorang warga.

Tindak Tegas

Sementara itu, Mabes Polri akan mengirimkan satu tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mengusut insiden tewasnya warga dalam aksi unjuk rasa penolakan kegiatan tambang emas PT Trio Kencana, di Parigi Moutong pada Sabtu (12/2/2022) malam.

"Hari ini sesuai perintah Bapak Kapolri, memerintahkan 1 tim dari Div Propam juga di-backup dari Div Humas Polri untuk langsung berangkat ke Sulteng dan Parigi Moutong,” kataKepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Senin (14/2/2022).

Menurut dia, saat ini pihak Divisi Porpam Polda Sulteng pun sudah membentuk tim guna mengusut kejadian itu.

"Kemudian hari ini juga didatangkan tim labfor dari Polda Sulteng dalam rangka mengungkap peristiwa tersebut setuntas-tuntasnya,” katanya.

Dia pun menegaskan komitmen pimpinan Polri untuk menindak siapapun anggota yang terbukti bersalah saat kejadian di Parigi Moutong tersebut.

Tak lupa Mabes Polri juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas kejadian tersebut.

“Saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kejadian tersebut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kepolisian Parigi Moutong
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top