Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Kondisi Covid-19 di Indonesia Setelah Nataru

Satgas Covid-19 menyatakan bahwa realisasi penambahan kasus Covid-19 setelah periode libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi awal.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  17:39 WIB
Petugas kesehatan melakukan tes usap Covid-19 kepada seorang bocah saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022).  - Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj.
Petugas kesehatan melakukan tes usap Covid-19 kepada seorang bocah saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). - Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj.

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan Indonesia berhasil melewati periode libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dengan cukup baik. Pasalnya angka kenaikan kasus jauh lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi awal.

Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan per tanggal 2 Januari 2022 peningkatan kasus Covid-19 secara mingguan yang terjadi adalah 1.500 kasus per pekan. Sementara ada tiga prediksi pada akhir tahun lalu yakni maksimal 400.000 kasus per pekan, peningkatan maksimal 250.000 kasus per pekan, serta 80.000 kasus per pekan yang dianggap sebagai estimasi yang paling mungkin terjadi.

Selanjutnya, meski keterisian tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan sedikit mengalami kenaikan, tetapi masih di bawah 10 persen.

"Saya apresiasi seluruh lapisan masyarakat yang telah patuh terhadap protokol kesehatan," ujar Wiku, mengutip Antara, Rabu (26/1/2022).

Dia juga mengapresiasi pemerintah pusat dan daerah yang terus berkoordinasi untuk mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan, pelaksanaan vaksinasi, dan pengawasan protokol kesehatan di tempat umum sehingga kasus tetap terkendali.

"Terlebih pula kita berhasil mempertahankan kondisi ini di tengah keberadaan varian Omicron yang lebih menular dan berpotensi menyebabkan kenaikan kasus yang signifikan," tuturnya.

Wiku menyampaikan, pembelajaran dari keberhasilan pengendalian kasus ini tentunya harus terus dipegang sebagai modal ke depan. Terlebih saat ini masih terjadi kenaikan kasus positif di Indonesia.

"Dua modal kuncinya adalah pertama, adanya kekebalan komunitas, utamanya karena vaksinasi dan akibat pernah tertular. Kedua, peran aktif masyarakat mempertahankan disiplin protokol kesehatan," paparnya.

Dari sisi kekebalan komunitas per tanggal 20 Januari 2022, dikatakan Wiku, capaian vaksinasi dosis lengkap telah mencapai 45,92 persen dari total populasi.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru omicron
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top