Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Masih Enggan Kembalikan Kesepakatan Nuklir Iran

Negosiator Biden mengatakan representasi AS sebagian besar telah menyetujui pencabutan sanksi dengan imbalan Iran kembali mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Gabungan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  23:11 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran, sekitar 1.200 kilometer sebelah selatan Teheran. - Reuters
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran, sekitar 1.200 kilometer sebelah selatan Teheran. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Joe Biden menyatakan belum mau menyerah untuk mengembalikan perjanjian nuklir Iran seiring dengan pembicaraan di Wina terus berlarut-larut.

“Ada progres yang dibuat, tetapi masih harus dilihat apakah Teheran akan membuat kesepakatan,” kata Biden dalam konferensi pers pada Rabu menandai tahun pertamanya menjabat, seperti dikutip Bloomberg pada Kamis (20/1/2022).

Negosiator Biden mengatakan representasi AS sebagian besar telah menyetujui pencabutan sanksi dengan imbalan Iran kembali mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Gabungan.

Namun, mereka tidak dapat memenuhi permintaan Presiden Iran Ebrahim Raisi untuk jaminan bahwa pemerintahan AS di masa depan tidak akan keluar dari kesepakatan seperti yang dilakukan mantan Presiden Donald Trump pada 2018.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken baru-baru ini mengatakan bahwa Iran hanya sebentar lagi sudah bisa memproduksi bahan fisil yang cukup untuk senjata nuklir, jauh lebih cepat dari persyaratan kesepakatan setidaknya satu tahun.

“Rasanya adil jika dikatakan bahwa keputusan untuk menarik diri dari perjanjian nuklir adalah salah satu keputusan terburuk yang dibuat dalam sejarah kebijakan luar negeri AS baru-baru ini,” kata Blinken kepada podcast “Pod Save the World”.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran nuklir Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top