Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Tetapkan Nama Ibu Kota Baru. Ini Sejarah Dibalik Nama 'Nusantara'

Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada Kepala Bappenas bahwa nama ibu kota baru, Nusantara.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  13:34 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa membocorkan bahwa Ibu Kota Negara (IKN) baru akan diberi nama, Nusantara.

Suharso mengaku baru mendapatkan konfirmasi dan dan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo terkait dengan nama tersebut, yaitu pada hari Jumat (14/1/2022).

"Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu, dan ikonik di internasional, mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua," ujarnya di dalam Rapat Pansus IKN, Senin (17/1/2022).

Adapun, Nusantara sendiri diambil dari bahasa Jawa kuno. Dikutip dari Wikipedia, Nusantara terdiri dari dua kata yaitu Nusa yang artinya pulau dan antara yang artinya luar.

Kata Nusantara pun muncul pertama kali dalam kitab Negarakertagama di zaman Majapahit. Dalam era Majapahit, Nusantara menggambarkan sistem kenegaraan yang dianut oleh kerajaan yang berpusat di pulau Jawa tersebut.

Di dalam Kitab Negarakertagama mencantumkan wilayah-wilayah 'Nusantara', yang pada masa sekarang dapat dikatakan mencakup sebagian besar wilayah modern Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya, sebagian Kepulauan Maluku, dan Papua Barat) ditambah wilayah Malaysia, Singapura, Brunei dan sebagian kecil Filipina bagian selatan.

Adapun, kata Nusantara juga muncul dalam Sumpah Palapa yang diucap oleh Gajah Mada: "Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukita palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa."

Kemudian, pada tahun 1920-an, Ki Hajar Dewantara mengusulkan penggunaan kembali istilah 'Nusantara' untuk menyebut wilayah Hindia Belanda. Kata Nusantara digunakan sebagai salah satu alternatif karena tidak memiliki unsur bahasa asing.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pemindahan Ibu Kota ibu kota negara
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top