Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JC Ditolak, Eks Penyidik Tetap Ingin Ungkap Peran Wakil Ketua KPK

Eks Penyidik Robin berkukuh supaya Lili Pintauli juga ditetapkan tersangka atas kasus yang menjeratnya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  16:39 WIB
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021).  - Antara
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju mengaku kecewa karena pengajuan justice collaborator (JC) untuk mengungkap peran Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar ditolak pengadilan.

“Saya pribadi sangat kecewa dengan putusan. Di satu sisi saya menerima saya mengakui bersalah,” katanya usai pembacaan vonis terhadap dirinya di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).

Robin menjelaskan bahwa tidak habis pikir alasan penolakan JC karena tidak relevan dengan kasusnya. Dia meyakini saling berhubungan erat.

Meski begitu, Robin mengaku tidak mempermasalahkan. Dia dan tim pengacara akan berdiskusi untuk mengajukan banding atau tidak.

“Nanti ada waktunya [untuk membongkar semuanya],” jelasnya.

Robin sangat berkukuh supaya Lili Pintauli juga ditetapkan tersangka atas kasus yang menjeratnya. Dia berjanji akan membongkar semuanya.

Oleh karena itu, dia mengajukan JC saat pledoi tuntutan. Akan tetapi hakim menolak permohonan JC Robin.

“Majelis hakim berpendapat apa yang diungkapkan terdakwa tidak ada relevansinya dengan perkara a quo dan terdakwa adalah pelaku utama sehingga majelis berpendapat permohonan terdakwa itu harus ditolak,” kata Majelis Hakim saat membaca vonis di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).

Di saat yang sama, Robin divonis 11 tahun penjara dan harus membayar uang pengganti Rp2,3 miliar karena terbukti menerima suap.

Robin dinyatakan bersalah karena menerima suap dari sejumlah orang yang totalnya Rp11,538 miliar untuk mengamankan perkara di KPK.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan,” terang Majelis Hakim


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top