Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siapkan Huntap di Pombewe, Wapres Minta PUPR Bangun Smart Village

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma'ruf Amin meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan pembagungan hunian tetap dengan mengusung konsep desa pintar (smart village).
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 07 Januari 2022  |  14:29 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kediaman resmi wapres di Jakarta, Jumat (3/12/2021). - Antara
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kediaman resmi wapres di Jakarta, Jumat (3/12/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan pembagungan hunian tetap dengan mengusung konsep desa pintar (smart village).

Untuk diketahui, pembangunan hunian tetap (huntap) di Ponbewe bagi Warga Terdampak Bencana (WTB) pasca terjadinya gempa dengan 7,4 skala richter yang diikuti tsunami pada September 2018, masih terus dilanjutkan. Pombewe menjadi salah satu area yang dianggap layak untuk dibangun huntap.

Ma’ruf mengatakan, agar warga huntap di area tersebut dapat meningkatkan perekonomian mereka, maka pembangunan huntap perlu mengusung konsep smart village.

“Saya minta Pak Wakil Menteri PUPR supaya Pombewe disiapkan pembangunan huntap dengan model smart village,” ujarnya, dikutip melalui laman Wapres, Jumat (7/1/2022).

Lebih lanjut, Wapres menjelaskan, smart village berati wilayah yang dijadikan huntap tidak hanya menjadi tempat penghunian tetapi juga mendukung aspek-aspek terkait perekonomian, seperti disiapkan bagaimana cara bercocok tanam atau menjadi pengusaha UMKM.

“Mungkin itu bisa menjadi model juga apabila [pembangunan huntap] terjadi di mana-mana. Yang kita sediakan bukan hanya rumah tapi juga kegiatan ekonomi mereka,” tuturnya.

Sekadar informasi, huntap Pombewe memiliki luas lahan 362 Ha. Kapasitas Huntap terdiri dari 1.500 unit (972 unit selesai dibangun; 205 unit sedang dibangun; dan 40 unit masih dalam perencanaan).

Dari luas lahan yang tersedia, baru seluas 104 Ha yang dikembangkan hingga saat ini, mengingat rendahnya minat WTB untuk direlokasi di huntap tersebut. Hal ini disebabkan lokasi Pombewe yang jauh dari Kota Palu.

Wapres pun kembali meminta Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk mengatasi masalah tersebut.

“Agar WTB berminat, Huntap Pombewe agar didukung aksesibilitas melalui pembangunan jalan lingkar Kota Palu dan akses ke Pombewe,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri PUPR John Wempi menyatakan siap mendukung pembangunan smart village dan jalan lingkar kota tersebut.

“Kami siap untuk melaksanakan tugas ini,” ujarnya.

Terkait dengan smart village, dia melanjutkan bahwa saat ini telah dilakukan rehabilitasi irigasi di sekitar Pombawa.

Patut diketahui, sertifikasi lahan huntap melalui skema redistribusi tanah pada Huntap Pombewe juga telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 sebanyak 34 bidang dan pada tahun anggaran 2021 sebanyak 966 bidang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wapres ma'ruf amin
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top