Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Slow Down, Capaian APBD Provinsi Sumbar di Atas Nasional

Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mampu merealisasikan APBD dengan capaian tinggi di atas rata-rata nasional.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  15:55 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. - kemendagri.go.id
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. - kemendagri.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) yang mampu merealisasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan capaian tinggi di atas rata-rata nasional.

"Saya mengapresiasi yang tinggi kepada Bapak Gubernur Sumatra Barat, di tengah pandemi seperti ini, di mana ekonomi menjadi slow down. Namun target pendapatan Sumbar tetap di atas rata-rata nasional," kata Mendagri dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin (20/12/2021).

Rata-rata nasional realisasi pendapatan di tingkat provinsi, menurut Mendagri, sebesar 88,95 persen, baik dari transfer pusat, pendapatan asli daerah (PAD), maupun dari badan usaha milik daerah (BUMD). Sementara, Provinsi Sumbar sendiri per 15 Desember 2021 mampu mencapai target 93,85 persen.

"Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Sumbar, kita berikan penghargaan. Tidak gampang di tengah pandemi ini mencapai 93 persen karena masih banyak daerah yang rendah," ucapnya.

Kemudian, lanjut Mendagri, untuk realisasi pendapatan di tingkat kabupaten di Sumbar dengan rata-rata nasional yang sangat menonjol tidak ada.

Begitu pula, papar dia, dengan kabupaten yang realisasi pendapatannya di bawah rata-rata nasional juga tidak ada. Rata-rata nasionalnya sebesar 82,33 persen.

Kondisi ini berbeda dengan capaian realisasi pendapatan di tingkat kota yang dinilai bagus. Bahkan, sebanyak 20 kota dengan realisasi pendapatan tertinggi, tiga di antaranya berasal dari Sumbar dengan capaian di atas 82 persen.

Tiga daerah itu, yakni Kota Bukit Tinggi, Payakumbuh, dan Padang Panjang. Meskipun wali kotanya tidak mengikuti Rakor Realisasi Pendapatan, Percepatan Serapan Belanja Daerah, ujar Mendagri.

Kemudian, lanjut Mendagri, tak hanya dilihat dari realisasi pendapatan, Provinsi Sumbar menunjukkan kondisi yang bagus karena mencatatkan realisasi belanjanya cukup baik.

"Rata-rata nasional belanja provinsi 77,27 persen, Sumbar itu 77,47 persen di atas rata-rata nasional meskipun sedikit, tapi sudah cukup baik," kata Mendagri.

Mendagri menyampaikan apresiasinya untuk upaya Pemerintah Provinsi Sumbar mengenai tingkat pengelolaan keuangan, baik pendapatan maupun belanja.

"Alhamdulillah, Pak Gubernur termasuk kategori yang bagus. Terima kasih, Pak," ujar Mendagri kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mendagri pemprov sumbar Tito Karnavian

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top