Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Varian Omicron Lebih Berbahaya Dibanding Delta? Begini Penjelasan IAKMI

Ketua IAKMI angkat suara terkait varian Omicron yang saat ini diduga lebih berbahaya dibanding varian Delta.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  14:17 WIB
Varian Omicron Lebih Berbahaya Dibanding Delta? Begini Penjelasan IAKMI
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - DW.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan angkat suara terkait varian Omicron yang saat ini diduga lebih berbahaya dibanding varian Delta.

Menurutnya, varian Omicron berdasarkan data-data WHO masih bisa diatasi dengan penanganan pandemi Covid-19 yang sudah dilakukan selama ini.

“Tapi ternyata apakah varian Omicron ini lebih berbahaya dari Delta, ternyata belum clear ya. Jadi semuanya masih study underway. Soal treatmen itu biasa saja. Sama dengan sebelum-sebelumnya,” ujar Ede, Senin (13/12/2021).

Dikatakan, WHO memang sejak 26 November 2021 menyebut kemunculan Omicron mengkhawatirkan situasinya.

“Di sini situasinya selalau jika ada varian baru adalah kemampuan menularkan. Dikhawatirkan lebih mudah menular. Itu pertama,” ujar Ede.

“Kedua, efeknya turbulensi virus mengkhawatirkan. Ketiga, kemampuan menghindari testing. Keempat, efektivitas vaksinasi. Kelima, kemampuan melakukan reinfeksi. Keenam, efektivitas dari treatmen yang ada apakah efektif?” terangnya.

Menurut Ede, apakah varian Omicron ini lebih berbahaya dari Delta, ternyata belum sepenuhnya benar.

Oleh karena itu, pemerintah masih bisa mengupayakan penanaganan pandemi dengan strategi yang sudah dijalankan selama ini. Di antaranya vaksinasi dan memperkuat protokol kesehatan seperti 3T (testing, tracing, treatment) dan memperkuat 5M (pakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

“Artinya yang kita punya dilakukan. Tujuannya kan symptom-nya bukan membunuh virusnya,” pungkas Ede.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Covid-19 Varian Delta omicron
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top