Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Letusan Puncak Tertinggi di Jawa

Sejarah mencatat Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini pertama kali meletus sekitar dua abad yang lalu dan masih aktif hingga saat ini.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Desember 2021  |  18:12 WIB
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi disertai awan panas guguran, pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.  - Istimewa
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi disertai awan panas guguran, pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Gunung Semeru di Jawa Timur hari ini, Sabtu (4/12/2021), erupsi yang disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik. Sejarah mencatat gunung tertinggi di Pulau Jawa ini pertama kali meletus sekitar dua abad yang lalu.

Gunung Semeru memiliki ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung ini adalah satu destinasi pendakian terfavorit dan terpopuler.

Adapun Semeru adalah gunung bertipe vulkanian dan strombolian. Vulkanian merupakan tipe letusan gunung berapi yang melontarkan material dari dalam magma dan juga bongkahan-bongkahan batu di sekitar kawah. Strombolian adalah tipe letusan gunung api berenergi rendah.

Sama seperti gunung api lain di Indonesia, Semeru juga memiliki catatan panjang erupsi, berikut rangkumannya:

Letusan Pertama

Letusan Gunung Semeru pertama kali tercatat pada 1818. Kemudian 1800-an juga sempat terjadi letusan pada rentang 1829–1878.

Letusan pada 1900-an

Pada tahun 1900, Gunung Semeru kembali meletus secara berurutan dari tahun ke tahun hingga tahun 1913. Kemudian kembali meletus pada rentang 1941–1950. Letusan beruntun kembali terjadi dari dari tahun 1967 hingga tahun 1969 dan tahun 1972 hingga 1990. Lalu disusul letusan pada tahun 1992 dan 1994.

Pada tahun 1994 letusan Gunung Semeru memakan korban jiwa sebanyak 7 orang serta dua orang hanyut terbawa lahar. 

Kemudian aktivitas Gunung Semeru berangsur turun menuju normal dengan luncuran awan panas mencapai jarak 200- 750m dari puncak.

Letusan pada 2000-an

Pada tahun 2000-an aktivitas Semeru juga beberapa kali mengalami peningkatan. Pada 11 Maret 2002, status Gunung Semeru dinaikkan dari normal menjadi waspada seiring peningkatan jumlah gempa-gempa vulkanik dangkal.

Sepanjang 2002, Semeru beberapa kali memuntahkan lava pijar dan mengeluarkan awan panas. Aktivitas Semeru kemudian ditutup pada 30 Desember 2002 pukul 07.20 WIB.

Pada 2004–2008, Gunung Semeru juga tercatat mengeluarkan awan panas beberapa kali. Awan panas paling banyak terjadi pada periode 2008. Selanjutnya pada 2016–2020, Gunung Semeru sempat mengeluarkan lava pijar. 

Saat ini, Gunung Semeru masih berada dalam status Level II Waspada. Penutupan untuk umum pun masih dilakukan hingga kondisi gunung tidak lagi membahayakan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erupsi Gunung Semeru
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top