Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRIN Akan Revitalisasi Fasilitas Tenaga Nuklir di Indonesia

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, pihaknnya merencanakan melakukan revitalisasi fasilitas ketenaganukliran di Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 04 Desember 2021  |  16:43 WIB
BRIN Akan Revitalisasi Fasilitas Tenaga Nuklir di Indonesia
Salah satu kantor Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan, bahwa BRIN merencanakan melakukan revitalisasi fasilitas ketenaganukliran di Indonesia.

Dia memerinci, saat ini terdapat tiga lokasi yang menjadi target revitalisasi yaitu di Puspiptek-Serpong, Bandung, dan Yogyakarta, di mana agenda ini akan dilakukan dalam kurun 5 tahun dengan harapan bisa mulai dilaksanakan pada 2023.

Penyebabnya, dia menjelaskan Indonesia adalah negara pertama yang memiliki fasilitas ketenaganukliran. Sebelum tahun 60-an Tanah Air menjadi negara pertama di Asean yang memiliki fasilitas tersebut.

“Saat ini [fasilitas yang ada] sudah melewati 60 tahun dan ini adalah masa-masa yang sangat krusial bagi kita semua, sehingga memang memasuki saat-saat di mana kita harus melakukan revitalisasi,” katanya pada Webinar Nasional SDM & Iptek Nuklir 2021 secara daring, Sabtu (4/12/2021).

Handoko menyebut, revitalisasi ini tidak hanya meliputi peningkatan reaktor yang sudah ada, tetapi juga meliputi, pembangunan reaktor baru, dan juga di sisi lain, dekomisioning reaktor yang mungkin tidak bisa dipertahankan lagi.

“Adapun, yang paling penting juga adalah bagaimana kita mengembangkan, fasilitas-fasilitas nuklir, non reaktor. Apakah itu, yaitu sinkroton, sikloroton maupun akselerator. Tentu ini semuanya membutuhkan persiapan, dan juga yang lebih penting, membutuhkan SDM yang handal,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Handoko mengatakan 2023 merupakan tahun yang tepat untuk mempersiapkan hal-hal tersebut.

“Kami berusaha melakukan percepatan, sehingga kita lakukan secepat mungkin, agar pada 2023 sudah bisa memulai pembangunan revitalisasi berbagai fasilitas baru terkait,” ujarnya.

Di lain sisi, pihaknya sedang bernegosiasi dengan berbagai pihak, untuk mulai masuk ke pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), khususnya PLTN generasi ke-4 dengan berbagai alternatif teknologi yang ada saat ini.

“Kita tidak masuk PLTN generasi ketiga, karena secara teknologi sudah established, sehingga tidak banyak hal yang kita bisa masuk dari sisi riset, kita akan masuk PLTN Generasi ke-4,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyebut harapan masuk ke generasi Ke-4 adalah agar mempersiapakn Indonesia untuk dapat memanfatkan PLTN di mandatang, pada saat diperlukan, tetapi juga untuk melakukan transfer teknologi, transfer ilmu pengetahuan, dan keterampilan terkait dengan pembangunan PLTN.

“Apakah itu, dari aspek bahan bakar, aspek pembangunan PLTN itu sendiri, reaktornya sendiri, aspek koneksi reaktor ke turbin, turbinnya sendiri, sistem kontrol, instrumentasi, kontruksi dari PLTN itu sendiri, dan lain-lainnya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dari revitalisasi, pembangunan baru, riset bersama PLTN Generasi 4, semuanya membutuhkan SDM yang memadai, tidak cukup hanya dari segi jumlah, tetapi juga keunggulan kapasitas dan kompetensinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top