Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Penyebab Kebakaran Gedung Cyber 1

Penyebab kebakaran Gedung Cycber 1 diduga karena arus pendek atau (korsleting listrik). Peristiwa ini juga menelan korban jiwa.
Petugas menerobos asap tebal saat berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber 1, Jakarta, Kamis (2/12/2021)./Antara
Petugas menerobos asap tebal saat berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber 1, Jakarta, Kamis (2/12/2021)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Twitter Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menduga bahwa kebakaran di Gedung Cyber 1 disebabkan oleh arus pendek.

Mengutip dari @humasjakfire, Jumat (3/12/2021), pihak pemadam kebakaran sedang melakukan peninjauan ke TKP Gedung Cyber 1, lantai 2 ke ruang server yang menjadi titik awal kebakaran.

"Dugaan sementara kebakaran disebabkan karena arus pendek (korsleting listrik)," seperti dikutip dari Twitter.

Peristiwa kebakaran ini melumpuhkan aktivitas transaksi internet dan digital perusahaan-perusahaan yang menempatkan perangkat operator di Gedung Cyber 1 disana.

Pihak Damkar menduga, penyebab kebakaran di Gedung Cyber 1 disebabkan oleh korsleting listrik. Peristiwa ini terjadi pada pukul 12.34 WIB, Kamis (2/12/2021). Peristiwa ini juga memakan korban jiwa.

"Objek terbakar di lantai 2 Gedung Cyber 1. Informasi saat ini terdapat 3 korban (1 sadarkan diri dan 2 meninggal dunia) sudah di bawa ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut," seperti dikutip.

Dalam catatan Bisnis, Gedung Cyber berdiri sejak 1995. Gedung Cyber menjadi pilihan bagi perusahaan-perusahaan penyedia akses internet sebagai kantor dan pusat akses data atau data center. 

Gedung ini memiliki 32 lantai. Ada banyak faktor yang membuat Cyber menjadi gedung perkantoran yang paling cocok untuk jenis usaha ini. Pasalnya, pengelola gedung Cyber menyediakan lahan atau ruang kantor yang mendukung komponen dari sebuah perusahaan layanan internet.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper