Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bakal Dilaporkan soal Bisnis PCR, Luhut: Bicara Pakai Data, Bukan Perasaan!

Menko Marves Luhut Pandjaitan mengatakan dirinya siap diaudit terkait dugaan bisnis PCR.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 15 November 2021  |  13:58 WIB
Bakal Dilaporkan soal Bisnis PCR, Luhut: Bicara Pakai Data, Bukan Perasaan!
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tiba di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/9/2021). Luhut Binsar Pandjaitan memenuhi undangan Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi laporannya terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti terkait dugaan pencemaran nama baik. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bakal dilaporkan ke Polisi terkait dugaan bisnis Polymerase Chain Reaction (PCR). Laporan rencananya akan dilayangkan Aktivis ProDemokrasi (Prodem).

Luhut mengatakan dirinya siap diaudit terkait dugaan tersebut. Dia pun mengimbau kepada semua pihak agar berbicara memakai data, bukannya berdasarkan perasaan maupun rumor.

"Kan saya udah bilang, kalau diaudit. Kita juga harus belajar bicara itu dengan data jangan pake perasaan atau rumor," kata Luhut, Senin (15/11/2021).

Luhut pun tidak ambil pusing atas rencana pelaporan tersebut. Dia juga menegaskan dirinya siap diaudit terkait bisnis tes PCR.

"Ya tidak apa apa. Tidak ada masalah. Kan gampang aja nanti di audit aja," ujarnya.

Adapun, nama Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi sorotan publik setelah disebut terlibat dalam bisnis tes PCR melalui PT GSI.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Septian Hario Seto menjelaskan kronologi nama Luhut terlibat dalam bisnis PCR.

Seto mengatakan PT GSI didirikan murni untuk membantu penyelesaian kendala yang dialami Indonesia pada masa awal pandemi yaitu keterbatasan alat tes PCR.

Adapun, dalam pendirian PT GSI, dua perusahaan yang terafiliasi dengan Luhut, yaitu PT Toba Sejahtera dan PT Tiba Bumi Energi tercatat mengempit saham di PT GSI. PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi mengantongi 242 lembar saham senilai Rp242 juta di sana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Tes PCR PCR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top