Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Strategi Covid Zero, Hong Kong Bakal Buka Perjalanan Internasional Tahun Depan

Ketika negara-negara lain terus membuka diri, Hong Kong dan China tetap menjadi satu-satunya tempat yang tersisa di dunia yang masih mengejar strategi “Covid Zero”.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 09 November 2021  |  15:16 WIB
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam berbicara dalam konferensi pers di Hong Kong, China, Sabtu (15/6/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam berbicara dalam konferensi pers di Hong Kong, China, Sabtu (15/6/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKARTA - Hong Kong berencana baru akan membuka perjalanan global pada 2022 atau tepatnya enam bulan dari sekarang.

Rencana ini ditetapkan setelah para pejabat berhasil menavigasi pengenalan perbatasan bebas karantina dengan China daratan dan meningkatkan tingkat vaksinasi lokal.

Lam Ching-choi, anggota Dewan Eksekutif penasehat pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan wilayah China perlu menyelesaikan negosiasi perbatasan terbuka melalui jalur daratan, sambil menggunakan beberapa bulan ke depan untuk meningkatkan tingkat inokulasi Covid-19 yang lesu di antara orang tua kota.

“Kami mungkin membutuhkan setengah tahun atau lebih untuk mengembangkan tingkat vaksinasi yang memadai, terutama di kalangan orang tua,” kata Lam Ching-choi yang juga merupakan bagian dari satuan kerja pemerintah untuk program vaksinasi.

“Mudah-mudahan pada saat itu, kami telah membuka perbatasan dengan China dan kami mungkin memiliki kondisi yang menguntungkan untuk membuka perbatasan ke tempat lain.”

Meskipun mendapatkan cukup vaksin ketika pertama kali tersedia, Hong Kong telah berjuang untuk menyuntik populasinya yang berjumlah sekitar 7,4 juta orang.

Keragu-raguan vaksin, didorong oleh ketakutan akan efek samping terutama di kalangan orang tua, telah menghambat penggunaannya. Hanya 17 persen dari mereka yang berusia 80 tahun ke atas di Hong Kong yang mendapatkan setidaknya satu suntikan, dibandingkan dengan 69 persen dari seluruh populasi yang memenuhi syarat.

Upaya pemerintah, termasuk situs vaksinasi pop-up yang ditargetkan di mal dan perumahan umum, belum meningkatkan penerimaan di antara warga Hong Kong yang lebih tua.

Ketika negara-negara lain terus membuka diri, Hong Kong dan China tetap menjadi satu-satunya tempat yang tersisa di dunia yang masih mengejar strategi “Covid Zero”. Keduanya berupaya menghilangkan penularan virus secara lokal melalui langkah-langkah ketat termasuk karantina panjang, pelacakan kontak yang ketat, dan pengujian yang ditargetkan.

Namun, pendekatan itu tidak dapat sepenuhnya membasmi virus di China. Saat ini, Negeri Tirai Bambu sedang berjuang untuk menekan wabah gelombang keempat dari varian delta yang lebih menular dalam lima bulan terakhir.

Pada hari Selasa (9/11/2021), pemimpin Hong Kong Carrie Lam menegaskan bahwa membuka perbatasan dengan China tetap menjadi prioritas daripada meliberalisasi perjalanan dengan seluruh dunia.

Dia mengatakan para pejabat Hong Kong akan segera bertemu dengan otoritas daratan lagi untuk membahas pembukaan kembali perbatasan secara resmi. Lam mengatakan mereka belum mengetahui berapa banyak kasus virus yang akan memicu rencana pembukaan kembali ditangguhkan, tetapi dia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin ambang batas menjadi "terlalu keras."

“Kami membuat kemajuan yang baik,” ujar Lam, kepala eksekutif Hong Kong, pada briefing mingguan reguler.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top