Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menwa UNS Diminta 'Speak Up' soal Mahasiswa Meninggal saat Diklat, Netizen Soroti Dugaan Kekerasan

Menwa UNS menjadi trending topik di Twitter sejak Senin (25/10/2021) malam, setelah adanya laporan mahasiswa meninggal saat dilakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) pada Minggu (24/10/2021).
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  11:05 WIB
Pembinaan Mental Dan Pemantapan Angkatan XXXV Menwa UNS - Instagram/menwa_uns
Pembinaan Mental Dan Pemantapan Angkatan XXXV Menwa UNS - Instagram/menwa_uns

Bisnis.com, SOLO - Berita kematian mahasiswa D4 K3 2020 Sekolah Vokasi Uns, Gilang Endi, menjadi sorotan netizen.

Gilang Endi dikabarkan meninggal dunia pada Senin (25/10/2021) dini hari, saat mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Resimen Mahasiswa (Menwa).

Pihak keluarga Gilang mengaku wajah Gilang penuh luka lebam saat terbujur kaku di ruang jenazah.

Sementara hingga saat ini, Menwa UNS tak bisa dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Meskipun begitu, UNS menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila dirasa ada kesalahan SOP dalam pelaksanaan diklat.

Di sisi lain, Kasatreskim Polresta Surakarta langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kematian mahasiswa tersebut.

Pengumpulan barang bukti, menyanyi saksi, hingga olah TKP sudah dilakukan oleh pihak berwajib.

Namun sejak Senin malam, kata 'Menwa' terus menjadi trending topik di Twitter.

Netizen ramai-ramai meminta UNS mengusut tuntas masalah yang dialami oleh Gilang Endi.

Selain itu, netizen yang juga terdiri dari mahasiswa UNS meminta Menwa memberikan klarifikasi yang jelas.

Unggahan-unggahan yang ada di akun Twitter @UNSfess_ pun ramai ditanggapi netizen terkait masalah Menwa.

Dari sekian banyak cuitan, ada sebagian besar alumni dan mahasiswa yang menceritakan kerasnya didikan Menwa di kampus.

Kemudian sebuah tangkapan layar komentar Instagran yang diunggah oleh akun @UNSfess_ menunjukkan adanya kekerasan yang dilakukan oleh para senior Menwa.

Netizen bernama akun @bigsecretyoumustknow, mengungkap bahwa di tahun 2012 terdapat kesalahan yang sama dilakukan oleh Menwa. Hal itu pun menyebabkan satu mahasiswa meninggal dunia.

Kemudian netizen lain juga mengatakan bahwa di tahun 2019, ada korban yang meninggal.

Meskipun pernyataan tersebut belum bisa dilihat kebenarannya, namun banyak mahasiswa UNS yang mengaku didikan di dalam Menwa memang keras.

Para anggota Menwa pun tak bisa secara sembarangan keluar organisasi atau melaporkan tindak kekerasan yang dialami.

"Mungkin karena pada takut speak up, apalagi ada ancaman begitu. Terus pihak" yg lain bisa jadi menutupi," tulis akun @bingung***.

"Soalnya suruh bungkam semua kalo dah masuk organisasi itu mbak, mau keluar dipersulit, tiap acara gada dokumentasi jd gabisa lapor make bukti kuat. Gatau ini kaya organisasi mafia," tulis @kkhhaaannz***.

Kemudian seorang akun bernama @divas*** mengaku dirinya pernah mengikuti diksar Menwa di tahun 2008.

Kala itu, dirinya melakukan pelatihan selama 3 minggu, yang dilakukan di tempat berbeda-beda.

"1 minggu di kampus, 2 minggu di Karanglo, 3 minggu tidur alas tanah, longmarch dari Tawangmangu ke kampus jalan kaki. Minum dibatasi, nyolong-nyolong pas wudhu sambil minum air keran. Sampai kampus buka sepatu melepuh parah kakiku," tulisnya.

Ia juga mengaku bahwa selama diksar tersebut, para anggota diminta untuk push up, bergulung, dan squat jump.

"Longmarch ada yang nggak kuat sampai mau pingsan malah ditampar. Yang membantah ditampar sampai mulut sobek. Sungguh tidak manusiawi. HP full disita selama diksar," lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Menwa UNS soal kasus yang baru-baru ini terjadi.

Akun Instagram Menwa UNS pun terlihat diprivasi dan dibatasi komentarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uns Menwa
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top